728x90 AdSpace

  • Hot News

    Jumat, 16 Januari 2015

    Karikatur Charlie Hebdo Ungkap Arogansi Negara Demokrasi

    Pada Rabu (14/1), Media China menyebut keputusan Charlie Hebdo membuat karikatur Nabi Muhammad di sampul depan edisi terbarunya, merupakan tindakan tidak perlu yang memprovokasi Muslim dunia.

    Global Times dalam editorialnya menyebutkan bahwa karikatur yang dimuat Charlie Hebdo sesuatu yang tidak pantas. “Jika Charlie Hebdo tetap bersikeras dengan isu terkait Islam, mereka akan menempatkan pemerintah Prancis dalam situasi sulit.”
    BBC dalam sebuah laporannya mengutip pendapat seorang analis kontra terorisme  menyebutkan bahwa pendekatan Barat terhadap budaya di negara lain sebagai bentuk arogansi, yang tidak sesuai dengan realitas objektif masyarakat multikultural.

    Di Rusia, surat kabar Vedomosti mengaitkan perdebatan tentang Charlie Hebdo dan kebebasan berbicara, serta konflik Barat dengan Rusia. Hipokrasi Barat terlihat jelas dari nilai-nilai yang mereka dukung, dan implementasinya yang bertolak belakang.

    Charlie Hebdo juga dengan jelas menggambarkan standar ganda Barat. Pada 2009, Charlie Hebdo memecat kartunisnya karena membuat karikatur yang dituduh memicu sikap anti-semit. Maurice Sinet dipecat setelah menolak meminta maaf.

    Di Prancis dan negara-negara Barat lainnya, anti-semit merupakan sebuah pelanggaran hukum, sementara menghina agama dan masyarakat non-Yahudi menjadi bagian dari kebebasan berekspresi. ()viva.co.id/syabab indonesia
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Karikatur Charlie Hebdo Ungkap Arogansi Negara Demokrasi Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top