Paus Fransiskus menegaskan bahwa dirinya membela kebebasan berpendapat namun juga menyatakan kebebasan ini ada batasnya,demikian rilis BBC Indonesia pada Jumat(16/1).
Ia menjelaskan bahwa agama-agama harus dihormati, sehingga para penganutnya tidak merasa dihina atau diolok-olok.
Untuk
menggambarkan pandangannya, Paus mengatakan bahwa asistennya akan ia
jotos bila mengeluarkan kata-kata kotor terhadap ibu Paus.
"Jika
kawan baik saya Doktor Gasparri (yang mengatur perjalanan Paus) menghina
ibu saya, dia bisa kena tinju," kata Paus, sambil memperagakan dirinya
menonjok Doktor Gasparri, yang tengah berdiri di sampingnya.
Paus mengeluarkan pandangan ini menjawab pertanyaan wartawan
dalam perjalanan menuju Filipina, hari Kamis (15/01).
"Anda
tidak boleh memprovokasi. Anda tidak bisa menghina agama orang lain.
Anda tidak bisa mengolok-olok agama lain. Ada batas," kata Paus.
Pernyataan ini disampaikan ketika korban serangan militan Islam di Paris pekan lalu dimakamkan.
Dua pelaku serangan masuk ke kantor majalah satire Prancis Charlie Hebdo dan menembak wartawan, tamu, dan dua polisi.
Terjadi
pula penyanderaan terhadap supermarket kosher yang menewaskan empat
orang. Secara keseluruhan jatuh korban 17 orang dalam insiden kekerasan
ini.() BBC Indonesia/syabab indonesia


0 komentar:
Posting Komentar