Di luar masjid di Port la Nouvelle di selatan dan Le Mans di barat
laut, terjadi penembakan. Di Aix les Bains masjid dibakar, dan terjadi
ledakan di sebuah masjid dekat Lyon. Seorang anak Muslim dipukuli
setelah satu menit mengheningkan cipta untuk para korban yang dilakukan
di sekolahnya di Pegunungan Alpen Prancis.
Kepala dan jeroan babi ditempatkan di ruang shalat di Corsica, dan
slogan-slogan seperti “Hidup Charlie!!” “Enyah Arab!” dan “Matilah orang
Arab!” muncul di dinding di kota-kota Perancis lainnya.
Insiden tersebut persis seperti yang dikhawatirkan oleh otoritas
Perancis dan 5 juta Muslim akan terjadi. Satu jam setelah serangan hari
Rabu di kantor majalah Charlie Hebdo, Presiden François Hollande
memberikan peringatan terhadap hubungan berbahaya antara para teroris
Al-Qaeda dan komunitas Muslim pada umumnya.
“Sejak serangan itu, orang-orang melihat saya berbeda – seolah-olah
saya ada hubungannya dengan kekerasan ini,” kata seorang wanita Muslim
bernama Hind kepada Haaretz.
Beberapa orang Arab dan Muslim yang ikut ambil bagian dalam
demonstrasi besar-besaran hari Minggu di Paris mendukung persatuan dan
kebebasan berbicara nasional dan mengatakan mereka berharap menunjukkan
kepada demonstran non-Muslim Perancis bahwa mereka juga terkejut oleh
serentetan kekerasan yang mematikan itu.
Tampaknya banyak Muslim Perancis berharap permusuhan yang meningkat
terhadap komunitas mereka akan hilang dengan cepat, terutama karena dua
orang pahlawan pada serangan pekan lalu itu adalah Muslim.
Beberapa kelompok Muslim yang memutuskan untuk tidak berpartisipasi
dalam unjuk rasa itu setelah mendengar bahwa Perdana Menteri Benjamin
Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan
mereka akan hadir.
“Demonstrasi itu seharusnya menunjukkan persatuan nasional tetapi
telah berubah menjadi protes untuk menyebarkan Islamofobia dan kebencian
terhadap umat Islam,” tulis Komite Melawan Islamophobia (CCIF) di
Perancis. “Kehadiran Netanyahu dan Lieberman mewakili apa yang
seharusnya dicela oleh acara itu: mereka adalah rasis, memusuhi Arab,
orang kulit hitam, kaum Muslim, dan mereka bertanggung jawab atas
kematian puluhan ribu warga Palestina “.
CCIF itu menambahkan, “Penyelenggara demonstrasi tidak kecuali
[politisi sayap kanan Perancis] Marine Le Pen karena pernyataannya yang
kontroversial dan karena partainya memiliki kebijakan xenophobia, tetapi
mengapa mereka bertindak secara berbeda mengenai dua orang penjahat
ini?”
Organisasi itu juga menuduh Charlie Hebdo menyebarkan Islamofobia,
dengan mengatakan, “Mereka membela orang-orang yang memiliki kekuatan”
dan “membenarkan hanya untuk menyerang umat Islam yang lemah.”
(haaretz.com/hti press)


0 komentar:
Posting Komentar