PENOLAKAN Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk mencantumkan asas Pancasila menuai kecaman pihak tertentu. HTI pun dituduh sebagai organisasi yang tidak nasionalis bahkan terancam dibubarkan. Hal ini langsung disanggah Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto.
“Sekarang kita buktikan saja siapa yang sebenarnya mencintai NKRI? Apakah mereka yang korup, yang menyerahkan blok kaya minyak Cepu ke Exxon Mobile, yang menjual Indosat, yang membiarkan kekayaan alam diambil Freeport? Itu dilakukan pemimpin parpol yang mengaku pancasilais ataukah kami yang selama ini konsisten bahwa sumber daya alam Indonesia harus diserahkan kepada rakyat Indonesia. Kami menolak separatisme, kami menolak penjajahan dalam segala bentuknya bahkan kami juga menolak penjajahan dari luar,” ujarnya panjang lebar kepada Islampos.com di sela-sela aksi demo HTI di depan Gedung DPR, Kamis (28/3/2013).
Menurut Ismail, mestinya mereka-mereka itulah yang seharusnya dijadikan sasaran untuk dibubarkan. Seperti para koruptor dan penjual asset bangsa kepada asing.
“Kenapa kemudian jadi HTI? Apa salah HTI? Kami tidak pernah melanggar hukum, aksi-aksi kami selama ini berlangsung damai,” tegasnya.
Sebelumnya, Dirjen Kesbangpol Kemendagri Tanribali Lamo mengatakan NKRI dibentuk berdasarkan empat pilar. Kalau ada ormas yang mengusung ideologi di luar Pancasila, jelas hal itu melanggar konstitusi.
Ia langsung menyoroti HTI yang menolak pencatuman asas Pancasila dan berkeinginan menegakkan Khilafah Islamiyah, bahkan Tanribali mengancam jika HTI bersikeras atas sikapnya, maka konsekuensinya HTI akan dilarang beroperasi di Indonesia. “Mereka akan dianggap ilegal. Patokannya adalah UUD 1945,” katanya.() islampos.com, 29/03/2013


0 komentar:
Posting Komentar