
Jakarta--PERNYATAAN anggota Tim Perumus RUU Ormas Dr. Firdaus Syam, MA bahwa penolakan ormas Islam terhadap RUU Ormas dikarenakan kurangnya dialog yang intensif dibantah Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto.
“Siapa bilang kita tidak pernah dialog. Kita sudah dialog. Saya sudah diskusi dengan Abdul Malik Haramain (Ketua Pansus) dua kali,” katanya kepada Islampos.com, Kamis (28/3/2013)
Di situ, Ismail justru mengkritisi anggota Pansus RUU Ormas. Persoalannya adalah pembahasan RUU Ormas kerap kali berubah-rubah.
“Dulu kita sudah hampir ada kesepahaman, bahwa (asas ormas dalam) RUU ormas adalah suatu yang tidak bertentangan dengan Pancasila, tapi kemudian berubah menjadi seperti sekarang ini. Malah sekarang ini berubah lagi bahwa asas ormas harus Pancasila, titik. Ini kabar yang baru,” paparnya.
Dalam RUU Ormas mencantumkan asas Islam memang diperbolehkan, namun tiap ormas tetap harus mencantumkan asas Pancasila. Asas di luar Pancasila hanya sekedar tambahan. Jadi, nantinya ormas Islam seperti HTI, JAT, DDII dan sejenisnya harus berasaskan; Pancasila dan Islam. Inilah yang menjadi sorotan HTI dan Ormas Islam dalam menolak RUU Ormas.
“Padahal kalau ormas Islam ya asasnya harus Islam. Kalau asas Pancasila itu organisasi Pancasila, seperti Pemuda Pancasila itu asasnya Pancasila,” tegasnya.() islampos.com. 29/03/2013

0 komentar:
Posting Komentar