728x90 AdSpace

  • Hot News

    Kamis, 25 Desember 2014

    LOGIKA TIPU-TIPU KENAIKAN HARGA BBM





    Oleh: Siami, S.Pd (Muslimah HTI DPD II Tulungagung)
     


    Isuk dhele sore tempe( pagi kedelai sore tempe), mungkin inilah peribahasa yang tepat untuk bapak presiden kita yang terhormat, yang konon katanya merakyat, atas kebijkannya yang membuat orang-orang kecil yang dulu mendukungnya jadi terperanjat, karena begitu berlawanannya antara  kebijakaan dan apa yang pernah dilihat sebelum menjabat, apakah kesan merakyat memang hanya pencitraan yang dibuat?
    Ya, akhirnya palu kenaikan harga BBM diketuk juga oleh Pemerintahan Jokowi- JK pada  18 November 2014, kebijakan ini memang sudah digadang- gadang akan diambil oleh rezim Jokowi- JK, bahkan sebelum dilantik sebagai presiden dan wakil presiden, setelah negoisasi permintaan agar pemerintahan SBY-lah yang menaikkan harga BBM subsidi tidak berhasil. Akhirnya,meskipun belum genap sebulan menjabat kebijakan inipun diputuskan, luar biasa. Presiden menaikkan harga bensin 2000 rupiah per liter, sehingga harga bensin menjadi 8500 per liter, sementara solar naik 1000 rupiah per liter, kini harga solar menjadi 7500 per liter. Mungkin angka kenaikan 2000 per liter untuk bensin dianggap kecil oleh sebagian orang, apalagi orang-orang yang hidup dengan fasilitas negara, yang notabennya adalah fasilitas milik rakyat, karena mereka hidup dengan tunjangan dari rakyat, tentu tidak terasa, tapi tahukah kita, kenaikan 2000 rupiah = 32,5% dari harga BBM, ini sangat banyak, bagaimana dengan dampaknya? bisa dipastikan luar biasa banyak. Kenaikan harga BBM jangan sampai hanya dipikirkan, oh 2000 rupiah angka yang kecil, rakyat pasti bisa membeli, tidak memberi pengaruh berarti, tidak sesederhana itu, tahukah kita dengan kenaikan harga BBM akan memberikan efek domino bagi kehidupan rakyat di negeri ini, kenaikan BBM= kenaikan seluruh harga- harga bahan kebutuhan pokok, kenaikan BBM= kenaikan tarif angkutan umum, kenaikan BBM= kenaikan harga pupuk, kenaikan BBM= menjamurnya SPBU asing, kenaikan BBM= bertebarannya produk- produk impor, dan tahukah kita sangat banyak penduduk negeri ini yang hidup miskin, bahkan dibawah garis kemiskinan, dengan penghasilan dibawah 1 juta per bulan, pernahkah kita berpikir, bagaimana mereka akan menjalani hidup yang serba sulit atas kebijakan orang yang mengaku sebagai pelayan rakyat?????????
    Tapi, tunggu dulu, pemerintah juga punya alasan atas kebijakan ini, pertama: dikatakan anggaran selama ini salah arah, anggaran yang diberikan hanya untuk dibakar, padahal pembakaran itu adalah energi, yang membuat aktivitas ekonomi dan kehidupan terus berputar. Alasan kedua: dinyatakan bahwa subsidi BBM konsumtif, padahal penggunanya adalah jutaan petani, nelayan, pelajar, mahasiswa dan para karyawan, bukankah ini sesuatu yang produktif. Alasan ketiga: subsidi BBM salah sasaran, karena banyak dinikmati orang kaya, padahal Hasil Sensus Ekonomi Nasional 2010 pengguna BBM 65% adalah rakyat kelas bawah dan miskin, 27% menengah, 6% menengah ke atas, 2% orang kaya, sedangkan menuru data BPS 2011 kendaraan pengguna BBM, mobil penumpang 11,43%, bus 3,05%, truk 6,25%, sepeda motor 79,26%, dari data ini kita lihat rakyat kecillah pengguna BBM terbesar. Alasan keempat: pengurangan subsidi dalam rangka mengurangi beban APBN, dalam APBN 2014 disebutkan anggaran subsidi BBM sebesar 246,5 triliun, ini dianggap membebani, dan harus dihilangkan, caranya, dengan mencabut subsidinya. Padahal sebenarnya beban negeri ini adalah banyaknya hutang, per 30 Septeber 2014 hutang pemerintah sebesar 2601,72 triliun, dengan cicilan hutang dan bunganya( yang sudah jelas haram) sebesar 273, 412 triliun, tapi anehnya ini tidak dianggap membebani, rupanya rakyat telah tertipu lagi.
    Lalu, sebenarnya alasan apa yang benar atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi ???????????  Sebenarnya pengurangan subsidi BBM adalah amanat liberalisasi dalam LoI IMF 2000, sekaligus perintah Bank Dunia dan syarat pemberian hutang(Indonesia Country Assistance  Strategy, Worl Bank, 2001). Bank Dunia juga sudah mewanti- wanti  pemenang pemilu harus menaikkan harga BBM, “Tidak terlalu penting siapa yang menang. Yang diperhatikan adalah bagaimana mereka yang terpilih menerapkan kebijakan. Salah satunya, siapa nanti yang berani mengurangi subsidi BBM,” ujar Rodrigo A. Chaves, direktur Bank Dunia untuk Indonesia. (Detikfinance, 21/7/2014).Dan, seperti yang yang sudah kita saksikan, pemerintah bak boneka yang mengikuti permainan tuannya.
    Akhirnya, kita tahu untuk siapa sesungguhnya kenaikan BBM, tak lain dan tak bukan adalah untuk para kapitalis dan pihak asing dengan mengorbankan rakyat sendiri. Padahal migas dan SDA  yang melimpah adalah milik umum. Pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat, tidak boleh dikuasai swasta apalagi asing. Rasulullah saw bersabda yang artinya:
    “ Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal: padang rumput, air, dan api” (HR Abu Dawud dan Ahmad). Karena itu kebijakan kenaikan harga BBM ini adalah zalim dan alasannya adalah sebuah kebohongan. Solusinya, kembalikan pengelolaan berdasarkan syariah, dengan menerapkan Islam kaffah, dalam naungan Khilafah Rasyidah ‘al minhaj an-nubuwah, sehingga BBM menjadi berkah. Wallahu a’lam.......
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: LOGIKA TIPU-TIPU KENAIKAN HARGA BBM Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top