728x90 AdSpace

  • Hot News

    Senin, 17 Februari 2014

    UNICEF: anak-anak Muslim dibuat cacat, dipenggal dan dimutilasi oleh milisi kristen Afrika Tengah


    muslim republik afrika tengah dibantai milisi kristen, sumber gambar: kiblat.net
    Republik Afrika Tengah menjadi ladang pembantaian  umat Islam oleh Milisi Kristen di negara tersebut. Tidak sekedar membunuh para kaum dewasa, milisi kristen pun membunuh atau membuat cacat anak-anak muslim.

    Badan khusus anak-anak PBB, UNICEF menyatakan, anak-anak muslim dibuat cacat dan dibunuh dengan cara sadis, termasuk dipenggal.
    Kondisi mengerikan ini dikecam keras oleh UNICEF. "Tak ada masa depan bagi negara di mana orang-orang dewasa bisa dengan keji menargetkan anak-anak tak bersalah dan kebal hukum," cetus Manuel Fontaine, direktur UNICEF untuk wilayah Afrika Tengah dan Barat.

    Setidaknya 133 anak-anak telah dibunuh dan dibuat cacat dalam dua bukan terakhir ini. UNICEF bahkan telah memastikan adanya anak-anak yang sengaja dipenggal dan dimutilasi.

    Disampaikan UNICEF, pihaknya ngeri akan kekejaman dan kekebalan hukum para pelaku yang membunuh anak-anak itu. "Kekebalan hukum harus dihentikan," tegas Fontaine.

    Sebelumnya, organisasi HAM Amnesty International menyoroti pembersihan etnis muslim yang tengah berlangsung di Afrika Tengah. Menurut Amnesty, pihaknya telah mencatat setidaknya 200 warga muslim yang dibunuh kelompok-kelompok milisi Kristen yang dikenal dengan sebutan anti-balaka, yang dibentuk menyusul kudeta Maret 2013 oleh pemberontak Seleka yang mayoritas muslim.

    Menurut Amnesty, serangan-serangan terhadap warga muslim itu dilakukan dengan tujuan untuk memaksa mereka pergi dari negeri itu. Banyak pejuang anti-balaka memandang muslim sebagai "warga asing" yang harus meninggalkan negeri itu.() detik.com/ syabab indonesia
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: UNICEF: anak-anak Muslim dibuat cacat, dipenggal dan dimutilasi oleh milisi kristen Afrika Tengah Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top