![]() |
| Paduan Suara Gereja Spiritus Santos Menyanyikan Mars PKS di NTT |
Presiden PKS, Anis Matta, mengaku kini pihaknya menargetkan provinsi Bali dan Papua untuk mendulang perolehan suara partai berlambang bulan sabit dan kapas itu.
"Saya telah mengunjungi seluruh provinsi yang ada. Tinggal Papua yang yang tertunda," ujar Anis kepada wartawan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (17/2/2014).
Anis menambahkan, saat ini ada provinsi yang menjadi etalase demokrasi PKS, yakni Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara dan Papua. Dia pun yakin bisa menuai suara di empat provinsi yang selama ini belum menghasilkan suara untuk PKS.
"Mudah-mudahan empat wilayah ini akan pecah telur atau ada yang berhasil sebagai anggota DPR sehingga kita enggak perlu bicara lagi soal hak-hak minoritas, keterbukaan. Tapi, kita bicara dengan bicara dengan fakta. Di mana kita jadi minoritas dan bisa catat kemenangan," papar Anis.
Anis melanjutkan kunjungan terakhir dia adalah di Ende, NTT. Saat itu Anis merasa terharu karena disambut pendeta di bandara.
"Lebih mengharukan yang nyanyi mars PKS adalah paduan suara dari gereja," kata dia.
Video Mars PKS yang dinyanyikan oleh paduan suara gereja di NTT inilah yang menimbulkan kontroversi. Video yang diunggah ke youtube oleh akun Anis Matta berdurasi 2 menit 44detik yang beralamat di http://www.youtube.com/watch?v=RZ1GSWzs5EY ini menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat. Nampak di video tersebut sekelompok paduan suara Gereja Spiritus Santos menyanyikan lagu Mars PKS dan diikuti para kader dan simpatisan PKS yang menghadiri sebuah acara yang menghadirkan Presiden PKS Anis Matta sebagai pembicara.
Bagi mereka yang pro menyatakan bahwa inilah bentuk islam rohmatan lil alamiin yang menaungi semua agama. Seperti komentar seorang yang bernama Hery Ramadinsyah,"Telah nyata Islam Rahmatan lil'alamiin... Dan PKS telah memberikan teladan... Terbukti bisa diterima semua golongan...". Demikian pula dengan akun yang berkomentar pada video di youtube tersebut bernama Hifzha Huda," rahmatan lil 'alamin itu bukan mimpi... hidup dalam harmoni...". Dengan pernyataan lebih tajam sebuah akun menamakan diri Kastoto Suwardi," abaikan saja mulut dari para haters..apapun yg dilakukan PKS..baik kebaikan maupun kesalahan sedikit pun tetap mereka akan mendengki...sumbat mulut mereka dengan kerja nyata...".
Di sisi lain bagi mereka yang kontra menyatakan bahwa PKS benar-benar telah keluar dari tujuan utama mereka yaitu memperjuangkan syariah Islam dan menuding PKS lebih berambisi memperoleh kursi kekuasaan sebanyak-banyaknya. Sebagaimana curahan pikiran akun atasnama Abdus Salam," inikah cerminan PKS yang konon PARTAI DA'WAH...........? bila Alloh SWT melimpahkan malapetaka di seluruh penjuru pulau pantaslah kiranya,karena penduduk bumi sudah campur baur Islam DAN nasrani,,,,,,,,! Astaghfirullohal Adziiiim.......!".
"mereka menjual agama dengan sedikit dari Dunia,..al hamdulillah saya telah keluar dari kelompok PKS ini..", Ujar Muhammad Ibrahim.
Iswandi Aja pun menambahkan," Katanya mau menegakkan syariat...syariat dr hongkong....".
Demikianlah pro dan kontra terhadap Video yang diunggah ke youtube, Senin(17/02/2014) tersebut. Bagi mereka yang kontra tentunya tidak perlu kaget atau histeris berlebihan menyikapi hal ini karena sudah sejak lama PKS telah menyatakan diri sebagai partai terbuka sebagimana partai-partai yang lain sehingga siapapun dan dari agama apapun bisa menjadi bagian dari partai ini. Dimulai dari simpatisan hingga caleg, bahkan pendeta pun bisa menjadi caleg dari partai ini.


0 komentar:
Posting Komentar