728x90 AdSpace

  • Hot News

    Minggu, 23 Februari 2014

    Minimarket Menipu Konsumen, Struk tak Sesuai Label Harga


    PALEMBANG - Sekitar lima hari lalu, seorang mahasiswi bernama Beta (25), membeli produk Biore (Refill Sabun Cair) di sebuah minimarket waralaba di sekitar Perumahan Pemda (Perumda), Jl Kol Sulaiman Amin, Km 7 Palembang.
    Pada produk tersebut tertera label harga Rp 17.500. Namun saat membayar di kasir, di struk belanja tertulis Rp 22.000. Beta juga membeli produk Nivea (pembersih muka), juga ada selisih harga Rp 4.000.
    "Waktu saya tanya ke kasirnya, katanya label di rak kemungkinan belum diganti. Padahal harganya sudah naik. Saya merasa tertipu dengan label itu," kata Beta bercerita kepada Sripo, Kamis (20/2/2014).
    Pengalaman yang sama dialami Ny Mala, guru SMP yang tinggal di Km 7 Palembang. Belum lama ini dia belanja sejumlah barang rumah tangga di minimarket waralaba lainnya yang tidak jauh dari rumahnya. Tapi setelah dicek di rumah, harga pada struk belanja
    jauh lebih mahal dari harga yang tertera pada label produk.
    "Saya tidak mau lagi beli di mini market, mending di warung saja, harganya pasti dan bahkan lebih murah," ujarnya.
    Sejumlah warga lainnya mengaku menemui kejanggalan saat berbelanja di beberapa minimarket waralaba nasional. Dari cerita
    mereka, banyak kecurangan yang dilakukan, meski belum bisa dipastikan apakah sengaja atau hanya bentuk kealpaan semata.
    Bahkan, selain perbedaan harga pada label, produk yang dijual ada pula semacam potongan uang meski jumlahnya hanya sekitar Rp 75-Rp 100.
    Ali (36), warga Perumnas juga pernah menemukan harga roti daging Rp 8.000 ditaruh di dalam baki yang sama dengan roti seharga Rp 6.000.
    "Merek barang sama, di tempat dengan label harga yang sama, tapi berbeda harganya. Sering terjadi seperti itu. Semua diketahui
    ketika karyawan kasir menyebutkan jumlah belanja yang berbeda dari hitungan kita," katanya, Kamis (20/2).
    Kejanggalan lain ternyata juga terjadi di supermarket di sebuah mal. Modusnya adalah snack yang lebih mahal diletakkan berjejer
    ke samping, kemudian ke rak sebelah menjadi satu dengan snack lain yang serupa tapi lebih murah. Mata yang tidak teliti akan
    melihat snack tersebut dan matanya langsung mencari label harga yang lebih murah.
    Ika (22) juga mengalami kejadian yang sama. Dia mengatakan, celah kecurangan terjadi bila daftar belanja seseorang terlampau banyak dengan item mencapai belasan hingga puluhan. Sering ia dapati dua atau tiga barang yang tak dibeli berada dalam struk belanja.
    "Setelah diamati baru ketahuan. Tapi pas di kasir, kita kan mau cepat saja. Lagi pula banyak yang antre. Nah kalau sudah di
    rumah, kita mau komplain bagaimana lagi," sebutnya.
    Barang yang berbeda harga di rak dengan kasir hanya untuk item tertentu, seperti kosmetik, makanan dan minuman, atau barang-
    barang yang nilainya ribuan atau belasan ribu. "Lumayan kan kalau dalam sebulan ada sekian banyak orang yang
    salah dan tidak komplain. Hingga saat ini selalu kejadian beda harganya itu tidak lebih murah, selalu lebih mahal," sebutnya.
    Menanggapi hal itu, Operation Community Relations Manager dari Alfamart, Arif L Nursandi menjelaskan, perubahan harga dapat
    terjadi sewaktu-waktu. Dia menjelaskan, ada beberapa barang yang kerap terlewat oleh karyawan toko sehingga harga belum berganti.
    "Ada 4.000 lebih item di dalam toko. Jadi, jika ada harga yang belum berubah di price tag, kemungkinan hal itu terlewat dan
    tidak disengaja. Tapi yang akan jadi acuan adalah harga yang ada di komputer kasir," katanya.
    Andy, sapaan akrabnya menegaskan, jika pelanggan menemukan perbedaan harga di rak dan kasir, pihaknya memastikan konsumen akan membayarnya dengan harga terendah.
    "Konsumen berhak membayar harga terendah, baik itu di price tag dan komputer kasir. Itu sudah jadi SOP Alfamart bila pelanggan
    komplain di toko," ujarnya.() tribunnews.com/ syabab indonesia
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Minimarket Menipu Konsumen, Struk tak Sesuai Label Harga Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top