
LONDON - Agen mata-mata
GCHQ Inggris dan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat ( NSA ) telah
meretas serta mencuri foto-foto dari aktivitas chat kamera online
(webcam) yang digunakan jutaan pengguna Yahoo. NSA dan GCHQ menggunakan
sebuah program saraf optic (Nerve Optic) untuk mengumpulkan foto-foto
dari chatting webcam.
Hal itu diketahui setelah media
mendapatkan informasi dari mantan kontraktor NSA, Edward Snowden.
"Dalam enam bulan, pada 2008, agen mata-mata Inggris berhasil
mengumpulkan citra webcam dari lebih dari 1,8 juta pengguna akun Yahoo
di seluruh dunia," tulis Guardian seperti dilansir channelnewsasia,
Jumat (28/2).
Bocoran dokumen GCHQ 2008-2010 secara
eksplisit merujuk pada program pengawasan. Namun, Guardian menyebut
informasi itu menunjukkan bahwa kegiatan mata-mata di dunia maya itu
masih aktif pada 2012.
Data yang dikumpulkan digunakan untuk
eksperimen dalam pengenalan wajah otomatis, serta untuk memantau target
GCHQ yang ada dan menemukan yang baru. Melalui program ini setiap lima
menit GCHQ menyimpan satu gambar dari pengguna.
Menanggapi hal ini, Yahoo mengaku
terkejut dan marah. "Kami tidak menyadari dan tidak akan memaafkan
kegiatan ini," kata seorang juru bicara perusahaan teknologi AS itu.
Yahoo mengaku berkomitmen untuk menjaga
kepercayaan dan keamanan penggunanya. Termasuk, melanjutkan upaya untuk
memperluas enkripsi di semua layanannya.
"Jika ini benar, hal itu merupakan
tingkat pelanggaran baru atas privasi pengguna kami yang benar-benar
tidak dapat diterima," sambungnya.() jpnn.com/ syabab indonesia

0 komentar:
Posting Komentar