
JAKARTA -- Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, mengaku heran dengan kebijakan penganggaran pemerintahan SBY-Boediono.
"Biaya jalan-jalan (plesiran) pemerintah dan DPR naik 5 kali lipat. Sekarang total biaya jalan-jalan mencapai Rp 23 triliun lebih besar dari anggaran untuk sektor pertanian Rp 15 triliun," kata Rizal Ramli dalam diskusi dengan redaksi Tribunnews.com di kawasan Palmerah Jakarta, Jumat (28/2/2014).
Jika alasan pemerintah dan DPR menambah anggaran plesiran untuk studi banding ke luar negeri mencari informasi maka sebenarnya di era tekhnologi moderen seperti ini belajar dari internet dan referensi lainnya di dalam negeri sangat bisa dilakukan demi penghematan anggaran. "Hari ini info apapun bisa didapatkan dari internet," kata Rizal Ramli.
Calon Presiden peserta Konvensi Rakyat ini menegaskan jika dirinya dipercaya jadi Presiden maka akan membalikkan kebijakan anggaran yang pro rakyat.
"Anggaran untuk sektor pertanian dan infrastruktur kita perbesar sehingga Indonesia bisa swasembada pangan," kata Rizal Ramli.
Dikatakan tugas utama pemerintahan SBY-Boediono sampai akhir Desember ini adalah harus mampu menurunkan quatro-deficits (Empat Defisit) yang kini terjadi. Tugas itu pula berada di pundak presiden terpilih nanti hasil Pilpres 2014.
Menurut Rizal, nilai tukar rupiah cenderung akan tertekan sekaligus membuat ekonomi nasional dalam status ‘lampu kuning’, sehingga rupiah sempat anjlok ke Rp 13.000 dolar AS.
"Jika tidak segera diatasi dan salah pemimpin maka bukan mustahil Indonesia akan masuk ke status ‘lampu merah’ seperti yang terjadi pada saat krisis moneter tahun 1998," kata Rizal Ramli.
Menurut Rizal, defisit transaksi berjalan saat ini US$9,8 miliar, maka pada akhir tahun minimal harus tinggal setengahnya, sekitar -US$5 miliar.
"Kalau pemerintah bisa menekan quatro-deficit seperti itu, baru orang percaya pemerintah credible. Tapi masalahnya, selama ini terbukti pemerintah tidak mampu fokus. Keempat defisit tersebut tidak terjadi dalam semalam, tetapi keempatnya terus merosot selama 2 tahun terakhir," kata Rizal.() tribunnews.com/ syabab indonesia

0 komentar:
Posting Komentar