JAKARTA - Anggota komisi
VII kompak membantah pengakuan tentang adanya uang rasuah dari
Kementerian ESDM untuk komisi yang membidangi energi itu. Anggota Komisi
VII DPR Alimin Abdullah membantah menerima uang USD 2.500 dari
Kementerian ESDM.
Politikus PAN itu menyatakan, anggota
komisi VII kaget saat mendengar kabar tersebut. “Ah, tidak benar itu.
Mana ada kita terima duit, teman-teman juga kaget ada hal semacam ini,"
kata Alimin ketika dihubungi, Rabu (26/2).
Alimin mengatakan, tudingan tersebut
seharusnya sudah selesai. Dia menjelaskan, pejabat Kementerian ESDM,
Didi Dwi Sutrisno mengaku uang tersebut ditaruh di amplop, kemudian
dititipkan ke staf Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana.
“Nah, Sutan juga sudah bantah enggak terima duit. Saya enggak terima sama sekali, tidak ada itu,” imbuhnya.
Sementara anggota Komisi VII Tri Yulianto
mengakui adanya pertemuan. “Tapi, kan tidak ada transaksi duit. Ke mana
duitnya itu, teman-teman juga enggak tahu, enggak ada yang terima duit,”
imbuhnya.
Dia menduga, nama anggota komisi VII
digunakan untuk mendapatkan uang. “Kenyataannya teman-teman di komisi
bilang enggak ada yang terima,” tuturnya.
Di sisi lain, Partai Demokrat tetap tenang
dalam menghadapi perkembangan kasus yang menyeret Sutan Bhatoegana dan
kader-kader lainnya di komisi VII. Wakil Ketua Umum DPP PD Nurhayati Ali
Assegaf meminta yang bersangkutan untuk senantiasa bersikap kooperatif
dalam menjalani proses hukum yang akan dihadapi.
“Pak Sutan kita minta dan Pak Sutan
sendiri juga (sudah) mengaku akan bekerjasama terus dengan KPK dalam
menjalani proses hukum ini,” kata Nurhayati.
Bagaimana jika kemudian Sutan menyeret
nama kader Demokrat lainnya? Ketua Fraksi PD itu menegaskan, partainya
sama sekali tak khawatir terhadap hal tersebut. Menurut dia, selama ini
partainya sudah membuktikan selalu mendukung upaya pemberantasan korupsi
yang dilakukan KPK.
“Demokrat itu ada untuk pemberantasan
korupsi dan tidak pernah ada intervensi terhadap kasus hukum. Jadi,
proses hukumnya silakan berjalan dan kita dukung penuh KPK,” tegasnya.() jpnn.com/ syabab indonesia

0 komentar:
Posting Komentar