![]() |
| Gambar: Paranormal, Ki Joko Bodo |
Soal tarif, Desembriar Rosyadi menjelaskan tergantung tingkatan jabatan yang diinginkan pihak klien. Misalnya, DPRD Tingkat II Rp 100 juta, DPRD Tingkat I Rp 200 juta, DPR pusat Rp 300 juta, lurah Rp 50 juta, serta wali kota Rp 2 miliar. Sementara, jabatan gubernur dikenakan mahar Rp 3 miliar dan Presiden Rp 1 triliun.
Dengan nada menegaskan ia mengklaim setiap klien yang menggunakan jasanya bakalan jadi 100 persen sesuai jabatan yang diincar. Asalkan, syarat yang diminta bisa dipenuhi si klien.
“Ini bukan sombong lho. Kalau satu orang mungkin kebetulan. Tapi, apa iya sepuluh, lima puluh orang dibilang kebetulan. Enggak kan?,” ujar ayah empat anak itu saat ditemui detikcom di dekat rumahnya di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (13/11).
Bagi Rosyadi, menyebarkan penawaran jasa lewat brosur dan spanduk tidak masalah selama tidak menipu klien. Sejauh ini, ia tidak pernah mendapat komplain dari kliennya. Bahkan, klien yang sudah berhasil di jabatannya terus berkomunikasi dengan dirinya.
Meski nilai mahar sudah dicantumkan di brosur, banyak klien yang terus mencarinya. Bila sudah saling percaya, maka mahar biasanya dengan perjanjian di notaris atau bank. “Jadi, kalau sudah dilantik, ya cair kan. Enggak ada masalah soal mahar. Kalau mau silakan, kalau enggak mau ya jangan nekat,” kata pria ini.
Disinggung kenapa dirinya tidak ingin menjadi politikus, Rosyadi mengaku bukan targetnya. Menurut dia, menjadi wali kota, anggota DPR, atau gubernur bukan targetnya untuk sekarang ini. Tapi, kalau waktunya sudah tepat, ia menginginkan posisi presiden. “Mungkin wakil presiden dulu. Terus periode berikutnya presiden,” sebutnya.() detik.com


0 komentar:
Posting Komentar