HTI Press. Luwu- Menyambut 1 Muharram 1435H, DPD II HTI Luwu Timur pada hari Selasa pagi 5 November lalu melaksanakan berbagai acara secara serentak, yaitu pawai Muharram di Kecamatan Wotu dikuti oleh sekitar 1500 peserta, di Kecamatan Wasuponda diikuti sekitar 1000 orang dan di Kecamatan Nuha (Sorowako) lebih dari 2500 orang, yang mana masing-masing diselenggarakan bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan setempat.
Di Kecamatan Wotu, rute pawai Muharram menelusuri jalan poros Provinsi, kemudian memasuki ruas-ruas jalan di kota Kecamatan Wotu. Sedangkan di Kecamatan Nuha (Sorowako), rute pawai dimulai dari Masjid Raya Al-Ikhwan sebagai pusat kota Sorowako kemudian ke arah perumahan karyawan PT.Vale Indonesia, pemukiman umum warga, dan selanjutnya kembali dan finish di Masjid raya Al-Ikhwan Sorowako.
Di Kecamatan Wasuponda, pawai 1 Muharram HTI DPD Luwu Timur diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat kecamatan, pengurus Masjid, ibu-ibu majelis taklim, remaja Masjid, siswa sekolah dasar hingga menengah, siswa TPA/TPQ dan masyarakat umum lainnya. Pawai dimulai sekitar pukul 07.30 pagi start dari kantor Kecamatan menelusuri jalan-jalan di dalam kota Kecamatan Wasuponda dan berakhir sekitar pukul 09.30 pagi di lapangan tugu nanas sebagai alun-alun ibukota Kecamatan. Kibaran panji Ar-Raya dan Al-Liwa serta kumandang takbir dan yel-yel penyemangat perjuangan terus berkumandang sepanjang jalan oleh peserta pawai. Selain itu dilakukan orasi secara bergantian oleh para syabab Hizbut Tahrir Kecamatan Wasuponda, diantaranya oleh Ust Alamsyah yang mengingatkan Umat Islam mengenai pentingnya 1 Muharram 1435H ini dijadikan momentum perubahan masyarakat yang hakiki dengan meninggalkan semua sistem kufur buatan manusia seperti sekularisme dan demokrasi menuju sistem Islam yang berasal dari Allah Swt, yang dijamin sempurna, adil dan mensejahterakan bukan hanya untuk umat Islam tetapi untuk seluruh masyarakat warga negara Daulah Khilafah Islamiyah. Tidak ketinggalan adalah marching band dari SMA Negeri 1 Wasuponda turut menyemarakkan acara. Sehingga walaupun cuaca cukup terik, namun semua peserta tetap bersemangat hingga garis finish di pusat kota kecamatan, yaitu alun-alun tugu nanas.
Selanjutnya diadakan tabligh akbar dengan menghadirkan secara khusus muballigh dari Kota Makassar, yaitu Bapak Ust. KH.Dr.Syahrir Nuhun, LC, MThI, aktivis Hizbut Tahrir DPD I Sulawesi Selatan yang juga merupakan staf pengajar di MAN 3 Makassar, UIN Makassar, Universitas 45 Makassar dan LP3I Makassar. Sebelumnya acara dibuka dengan pembacaan secara hikmat ayat suci Al-Qur’an oleh Ust Muh Arief Asmari Spdi.
Dalam paparannya dihadapan Camat, Danramil, Kapolsek, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu-ibu majelis taklim dan segenap undangan yang hadir, Ust.KH Dr.Syahrir Nuhun Lc, MThI menyampaikan bagaimana sejarah ditetapkannya 1 Muharram sebagai awal tahun penanggalan Umat Islam di zaman Khalifah Umar Bin Khattab.
Salah satu hal penting yang disampaikan oleh Ust.KH Dr.Syahrir Nuhun Lc,MThI adalah bahwa Allah Swt telah menegaskan dalam Al-Qur’an QS Al-Baqarah 208: perintah untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan dan jangan mengikuti langkah-langkah syaithan. Karena sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Sehingga pilihannya atau kemungkinannya hanya salah satu diantara dua. Yaitu masuk Islam secara totalitas, secara keseluruhan, secara kaffah atau kalau tidak, berarti orang tersebut telah mengikuti langkah-langkah syaithan.
Selain itu ditegaskan oleh beliau bahwa apabila umat Islam tidak masuk ke dalam Islam (menerapkan Islam) secara keseluruhan maka akan terkategori sebagai mengambil/mengimani sebagian isi Al-Kitab dan mengingkari sebagian lainnya. Di mana hal ini telah dikecam secara keras oleh Allah Swt dalam QS Al-Baqarah 85 : “Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat”
Sedangkan untuk menerapkan Islam secara kaffah tidak mungkin bisa dilakukan tanpa adanya suatu institusi yang melaksanakannya yang disebut Daulah Khilafah Islamiyah. Oleh sebab itu perjuangan penegakan syariah dan khilafah adalah kewajiban sangat penting yang menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam sampai berdirinya daulah khilafah Islamiyah tsb. Berkaitan dengan tegaknya kembali daulah khilafah Islamiyah, ini sudah menjadi janji Allah Swt dalam QS An-Nur 55 dan disebutkan dalam bisyarah Nabi melalui hadist yang diriwayatkan oleh sahabat Hudzaifah Al Yaman. Sehingga menurut Ust KH.Dr Syahrir Nuhun Lc, MThI Umat Islam seharusnya meyakini akan kembalinya daulah khilafah ini 1000 persen. Tidak boleh tidak yakin. Sebab jika tidak, maka keimanannya terhadap ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi akan dipertanyakan.
Pada malam harinya, ba’da maghrib Ust.KH Dr.Syahrir Nuhun Lc, MThI kembali mengisi tabligh akbar di Masjid Raya Al-Ikhwan, Sorowako yang dihadiri sekitar 200 lebih jamaah. Pada kesempatan ini, Ust.KH Dr.Syahrir Nuhun Lc,MThI mengingatkan jamaah yang hadir mengenai pentingnya menegakkan syariah Islam dalam bingkai daulah khilafah Islamiyah. Sebab seruan dakwah ini jika tidak disambut oleh umat Islam di suatu wilayah maka umat Islam di wilayah tersebut akan kehilangan kesempatan mendapatkan kemuliaan yang dijanjikan Allah Swt. Sebab seruan tsb Insya Allah pasti akan mendapat sambutan dari umat Islam di wilayah lainnya. Oleh sebab itu jangan sampai umat Islam di wilayah Sorowako kehilangan kesempatan meraih kemuliaan ini dan malah dianugerahkan oleh Allah Swt kemuliaan seruan ini di tempat lain. Sebagaimana ketika Nabi dahulu ditolak oleh kabilah-kabilah Arab di sekitar kota Mekkah, tetapi malah mendapat sambutan dari kabilah Aus dan Khazraj di Madinah.
Dakwah penegakan syariah dan khilafah ini juga tidak bisa dilakukan secara perorangan atau sendiri-sendiri. Karena perkara ini adalah perkara yang tidak mudah, perkara yang berat dan bukan main-main sehingga tidak mungkin bisa dipikul oleh perorangan. Selain itu, dakwah secara berjamaah ini memang juga telah diperintahkan oleh Al-Qur’an. Oleh sebab itu, bergabung bersama jamaah atau gerakan dakwah yang memperjuangkan syariah dan khilafah adalah sebuah kewajiban. Dan karena ini adalah kewajiban, maka siapa saja umat Islam yang melalaikannya akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat oleh Allah Swt. Allahu Akbar!.[] Abu Miqdad/ hti press

0 komentar:
Posting Komentar