Coward juga menolak penegasan bahwa dia akan tetap menjalankan selibat (hidup tanpa menikah) setelah pernikahannya itu, yang menjadi syarat Gereja Inggris, yang ditanyakan kepada setiap pendeta homoseksual akan ditahbiskan, seperti dilansir surat kabar the Telegraph, Agustus 2010 lalu.
Coward, yang tinggal bersama pacarnya di Desa Marston, sebuah desa kecil di dekat Devizes, mengatakan dirinya berharap pernikahannya itu dapat menjadi contoh nyata bagi para kaum homoseksual lainnya di dalam gereja.
"Tujuan saya adalah agar semua orang dalam gereja merasa nyaman dengan situasi ini, sebab saat ini kebanyakan orang Kristen gay menikah secara diam-diam," kata Coward. "Ini memang merupakan topik yang tabu, tetapi gereja sekarang berada di bawah tekanan besar untuk mengubah pendirian mereka dan tekanan itu akan terus meningkat di masa depan."
Coward merasakan bahwa dirinya adalah seorang homoseksual ketika dia masih remaja. Dia ditahbiskan sebagai pendeta pada 1978, setelah mundur dari pekerjaannya sebagai seorang arsitek.
Dia secara terbuka menyatakan dirinya sebagai pria pecinta sesama jenis atau homoseksual pada 1991, sebelum akhirnya dia mendirikan kelompok kampanye internasional bagi kaum gay dan lesbian, yang mengubah sikapnya pada 1995.
Coward bertemu dengan pacar sesama jenisnya pada 2007 di sebuah konferensi Kristen di Togo, Afrika Barat. Keduanya kemudian menikah pada tahun lalu. Egbele, yang merupakan seorang perancang busana, memiliki nama lengkap Bobby Ikekhuame Egbele. Dia dibesarkan di Nigeria dan menjalankan sebuah toko pakaian di dunia maya bernama Bobafrique, di mana dia menjadi model pakaiannya.
Pasangan ini menggelar upacara pernikahan sipil pada 9 Oktober tiga tahun lalu di kantor catatan sipil di Devizes sebelum akhirnya mengadakan pemberkatan di Gereja Baptis Santo Yohanes.() sumber: merdeka.com

0 komentar:
Posting Komentar