Uskup Allyson D. Nelson Abrams sebelumnya pernah menikah dengan seorang pria dan menjadi pastor wanita pertama dari Gereja Baptis Kemajuan Sion, seperti dikutip surat kabar the Detroit Free Press.
Namun, pada 6 Oktober Abrams, yang juga seorang ibu, mengungkapkan kepada jemaatnya yang telah dia gembalakan selama lima tahun bahwa dia jatuh cinta dengan Diana Williams, seorang uskup pensiunan dari Bait Imani Jemaat Katolik Afrika-Amerika di Washington D.C. Dia mengundurkan diri setelah mengungkapkan perkawinannya dengan Williams, yang berlangsung pada Maret lalu di Negara Bagian Iowa, di mana pernikahan sesama jenis diperbolehkan, seperti dilansir situs christianpost.com, Selasa (22/10).
Dia juga mengundurkan diri sebagai Sekretaris Dewan Pastor Pembaptis Detroit dan sekitarnya, sebuah kelompok berpengaruh dikalangan warga Afrika-Amerika di metro Detroit. Dia mengundurkan diri sebagai wakil editor majalah Konvensi Nasional Gereja Baptis Kemajuan.
Abrams, yang memegang gelar doktor dalam bidang teologi dan gelar teknik mesin dari Universitas Howard, memperlihatkan ayat Alkitab sebagai argumen bahwa hubungan homoseksual dibolehkan dalam praktek kekristenan. Dia merujuk pernyataan dari Injil Lukas Pasal 7 ayat 1-10, yang menyatakan cinta seorang pria kepada hambanya laki-laki.
"Kita semua tahu bahwa kita telah diciptakan serupa dengan rupa Tuhan. Jadi tidak peduli Anda terlihat seperti apa, tak peduli Anda siapa, tidak peduli apa orientasi Anda, semua orang harus bebas untuk memberikan cinta mereka kepada yang diinginkan," kata Abrams kepada koran the Detroit Free Press. "Cinta adalah sesuatu yang seharusnya tanpa syarat."() sumber: merdeka.com

0 komentar:
Posting Komentar