
JAKARTA-Sebagai salah satu daerah termiskin menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Jawa Barat memiliki penduduk miskin sebanyak lima juta orang. Hal itu menyebabkan masyarakat Jawa Barat menjadi tenaga kerja di luar negeri.
Menurut ketua Yayasan Pijar Insani Dian Wisdianawati, SS, M.Si hal ini merupakan contoh gagal pemerintah dalam meningkatkan perekonomian desa. Baginya, walaupun proses otonomi berjalan tetap saja peningkatan ketersediaan lapangan pekerjaan menurun.
"Banyaknya lulusan Sekolah sulit mencari kerja. Sehingga wajar jika mereka nekat bekerja diluar negeri tanpa ada life skill," ujar Dian yang juga calon legislatif Provinsi Jawa Barat Daerah pemilihan Cianjur-Bogor melalui rilis yang diterima "PRLM", di Jakarta, Minggu (28/4).
Dian pun menyayangkan jika Jawa Barat masuk dalam urutan tiga besar provinsi pengekspor Tenaga Kerja Wanita (TKW) selain Nusat Tenggara Barat dan Jawa Timur.
Dirinya berpesan agar kedepan anggota wakil rakyat provinsi dan pemerintah Jawa Barat lebih memberikan pendidikan sehingga masyarakat bisa lebih terbuka pengetahuannya dan menekan agar tidak keluar negeri. Serta membuka balai latihan untuk memperkerjakan masyarakat desa.
"Seharusnya pemda dan wakil rakyat tingkat provinsi dapat memberikan pendidikan terhadap masyarakat dan membuka pelatihan terpadu," katanya.
Penggiat batik Cianjur ini juga menginginkan peningkatan ekonomi bisa dijadikan salah satu indikator agar masyarakat dapat berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) meningkatkan pendapatan keuangannya.
Dian juga menyayangkan beberapa kota di Jawa Barat seperti Kota Tasikmalaya, Indramayu, Majalengka, Kabupaten Bandung Barat, Kuningan, dan Cianjur termasuk daerah miskin. Pasalnya dengan banyaknya industri seharusnya Jabar memiliki kekuatan ekonomi yang meningkat.
"Sayangnya dengan daerah penghasil APBD tertinggi justru banyak anggaran yang tidak turun ke lapangan. Ini contoh gagal anggota DPRD provinsi mengelola keuangan daerah," tuturnya.
Dalam langkah ini Dian juga sudah mengadopsi kegiatan yang bermanfaat dalam kegiatan sosialnya. Dirinya membangun Yayasan yang bergerak di bidang sosial antara lain, pendidikan, kesehatan dan ekonomi kreatif bagi masyarakat kurang mampu.
"Kami membangun sistem menggerakkan ekonomi masyarakat daerah. Sehingga masyarakat Cianjur dicoba untuk membangkitkan perekonomian secara mandiri," katanya.
Saat ini, dian sudah berhasil mendirikan sekolah PAUD di 2 desa tertinggal, klinik sosial dan membina 10 UKM yang bergerak di bidang kuliner, batik dan souvenir khas cianjur. () pikiran-rakyat.com, 28/04/2013

0 komentar:
Posting Komentar