
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut partisipasi pemilih di Pemilu dan Pilkada di Indonesia terus menurun. Diduga, itu lantaran makin cerdasnya masyarakat pemilih.
"Sejak 10 tahun terakhir, angka golput meningkat dari hanya 20 persen, kini mencapai 60-70 persen," ujar Direktur Politik Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, Luthfi MTA, usai sebuah di Surabaya, Selasa 26 Maret 2013.
Ia menyebut, ekspektasi masyarakat yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kenyataan berakibat kekecewaan. "Faktor kecewa menjadi penyebab utama. Karena harapan dan kenyataan tidak sesuai. Bahkan cenderung hanya jual beli saja dengan nominal tertentu," katanya.
Oleh karena itu, peran ormas dan lembaga swadaya masyarakat dalam mengawal dan mengawasi jalannya Pemilu dan Pilkada di Indonesia sangat diharapkan. "Peran ormas dan LSM dalam bersinergi dengan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu dalam mensukseskan Pemilu dan Pilkada sangat mungkin, karena mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," katanya.
Terkait itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur, Zaenal Muftadin, mengatakan, kalau Pemerintah Provinsi Jatim selalu menggandeng ormas dan LSM dalam mengawal Pemilu dan Pilkada di Jatim. Di Pilgub Jatim, pihaknya juga menggandeng ormas dan LSM untuk memantau di lapangan. Termasuk menggerakkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.() viva.co.id, 27/03/2013

0 komentar:
Posting Komentar