728x90 AdSpace

  • Hot News

    Jumat, 28 Desember 2012

    Refleksi Akhir Tahun HTI Jabar: Kapitalisme Sumber Bencana, Khilafah Solusinya



     Bandung- Fenomena akhir  tahun menjadi sebuah wacana untuk dijadikan renungan bagi setiap kalangan. Tidak terlepas juga oleh para kalangan intelektual, pada kesempatan jelang akhir tahun 2012 adanya pertemuan Diskusi antar tokoh Jawa Barat yang diselenggarakan oleh DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jabar bertempat di kantor HTI Jabar Jl. Jakarta No. 41 Bandung. Acara Forum Kajian Tokoh Jabar ini mencoba menyelami fakta dan kejadian penting yang terjadi selam tahn 2012 dengan tajuk “Refleksi Akhir Tahun; Kapitalisme Sumber Bencana, Khilafah Solusinya”.

    Hadir dalam kesempatan tersebut Prof. Dr. KH Salim Umar, MA (Ketua Komisi Fatwa MUI Jabar), Dr. KH Abdul Hamid (Muballigh, Dosen UIN SGD Bandung), Prof. Dr. M. Najib (PR IV UIN SGD dan Ketua ICMI Jabar), dr. Noorman Herriyadi, SpF, S.H (Kabag Forensik RSHS Bandung), KH Ali Bayanullah Al-Hafizh, KH Agus Achyar, dan sejumlah tokoh lainnya. Hadir pula narasumber dari DPP HTI yakni Ustadz Farid Wadjdi.

    Farid Wadjdi  menjelaskan 10 catatan Hizbut Tahrir Indonesia terkait dengan fakta dan kejadian yang terjadi sepanjang 2012.  Pertama, menurutnya kekayaan alam Bangsa Indonesia masih terus dijarah oleh pihak asing. Kedua, Korupsi yang semakin merajalela bahkan di semua lini baik eksekutif, legislatif dan yudikatif. Ketiga, kelamnya persoalan buruh. Gejolak buruh hampir selalu terjadi di negeri ini untuk memperjuangakan penghapusan sistem outsourcing, perbaikan tingkat upah, dan pemberian jaminan sosial kesehatan mulai 2014. Keempat,  potret hukum yang masih buram. Kelima, Legislasi (pembiuatan UU) yang selalu merugikan rakyat.

    Selain itu menurut Ustadz Farid, yang Keenam,  Konflik horisontal yaitu semakin memanas baik karena persoalan tanah hingga politik. Ketujuh, perilaku kriminal remaja. Kedelapan, Isu terorisme dan deradikalisasi yang sejatinya memusuhi Islam. Kesembilan  penghinaan terhadap Rasulullah SAW masih tetap terjadi dan terakhir ke sepuluh, dunia Islam semakin bergejolak”, pungkasnya.

    Apa yang telah dipaparkan oleh Hizbut Tahrir mengungkap realitas yang terjadi dan saya mendapatkan banyak hal dari acara ini, lebih lanjut beliau menyatakan “keberadaan  Hizbut Tahrir sebagai Partai Politik Islam sangat penting dalam hal ini” ucapnya.

    Di sisi lain, DR. KH Abdul Hamid menegaskan “bahwa hubungan antara agama dan negara itu integral alias tidak bisa dipisahkan. Beliau juga menegaskan bahwa apabila tidak ada yang memperjuangkan syariat Islam maka matinya seperti mati jahiliyah”, ujarnya.

    Hal yang sama disampaikan oleh Prof Najib. Beliau menyatakan “Syariah Islam itu merupakan kepastian dan kewajiban kita adalah menjalankan dan menegakkan syariat Islam, agar kita umat islam tidak dipermainkan oleh kapitalisme”, katanya.

    Dari tinjauan yang lain dr. Norman Herriyadi mengatakan “Hukum Indonesia saat ini jelas buatan penjajah, maka itu semua untuk kepentingan penguasa dan para penjajah. Tidak ada artinya hukum saat ini, hukum-hukum di indonesia saat ini harus diganti hanya dengan hukum Allah saja dan kita semua harus bisa menjalankan itu semua untuk memperjuangkan tegaknya Syariat Allah”  Beliau menambahkan “ kita harus segera hijrah dan melakukan revolusi bukan sebuah yang serba bohong” tegasnya.[] hizbut-tahrir.or.id
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Refleksi Akhir Tahun HTI Jabar: Kapitalisme Sumber Bencana, Khilafah Solusinya Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top