728x90 AdSpace

  • Hot News

    Minggu, 18 Januari 2015

    TRAGEDI AIR ASIA, MOMENTUM TERBONGKARNYA KEBURUKAN PENERBANGAN PADA SISTEM KAPITALISME DI INDONESIA






    Oleh: Siami ,S.Pd*
     


    Dunia penerbangan kembali berduka, ya, untuk kesekian kalinya, pada 28 Desember 2014  kecelakaan pesawat kembali terjadi, kali ini menimpa maskapai penerbangan Air Asia QZ8501 rute penerbangan Surabaya-Singapura.Maskapai yang dikenal bertiket murah yang bermarkas di Malaysia ini dinyatakan hilang kontak di langit selat Karimata. Pesawat jenis airbus ini membawa 155 penumpang dan 7 kru pesawat, dinyatakan hilang kontak pada pkl 07.08 WIB. Negeri ini berduka, dunia tersentak, keluarga korban tak terkira sedihnya, doa dan harapan dipanjatkan untuk keselamatan QZ8501, semua kekuatan dikerahkan untuk mencari keberadaan pesawat.  

    Ketika keberadaan  pesawat belumlah jelas, dunia kembali dikejutkan dengan kabar bahwa ternyata Air Asia tidak mengambil data cuaca dari BMKG  sebelum pesawat QZ8501 melakukan penerbangan, tetapi pihak Air Asia baru mengambil data cuaca setelah 42 menit pesawat dinyatakan hilang ( kompas.com, 2/1). Belum cukup sampai disini, ternyata Air Asia juga terbang diluar jadwal, seharusnya Air Asia QZ8501 tidak bisa melakukan penerbangan pada hari Minggu, karena Air Asia tidak memiliki jadwal penerbangan pada hari Minggu. 

    Dari fakta ini ada yang harus kita perhatikan, pertama, dengan Air Asia tidak mengambil data cuaca sebelum terbang menunjukkan betapa buruknya sistem penerbangan di negeri ini, dimana keselamatan penumpang sangat tidak diperhatikan, data cuaca mutlak diperlukan dalam melakukan penerbangan, tapi ini diabaikan, bahkan disinyalir tidak hanya dilakukan oleh Air Asia, tapi juga oleh maskapai lain. Oleh sebab itu tidak heran jika International Civil Aviation Oranization menilai otoritas penerbangan sipil Indonesia buruk, ICAO menemukan 121 permasalahan yang membahayakan keselamatan penerbangan sipil di Indonesia,( detikNews,5/1 ). Kedua, dalam sistem kapitalime uang adalah penguasa, Air Asia QZ8501 bisa melenggang terbang diluar jadwal yang seharusnya tentu atas restu pihak-pihak yang mengatur penerbangan itu sendiri. Perubahan  rute penerbangan sekecil apapun harus ada izin tertulis ke Dirjen Perhubungan Udara, tidak hanya di Otoritas Bandara, Air Asia bisa terbang diluar jadwal yang sudah ditentukan, tentunya tidak gratis, bahkan butuh biaya tinggi, namun, kembali lagi, dalam kapitalisme uang segalanya, Air Asia berani melakukan tindakan diluar prosedur penerbangan demi mendapat keuntungan, karena banyaknya calon penumpang yang memilih terbang dengan maskapainya pada hari Minggu, 28 Desember 2014. Ketiga, dalam kapitalisme negara hanyalah regulator dan fasilitator saja, sementara pihak operator diserahkan pada swasta, jadi bisa dipasatikan jika pemenuhan kebutuhan publik diserahkan kepada swasta, yang dicari tak lain dan tak bukan adalah keuntungan belaka, tak terkecuali dalam penerbangan.

    Inilah yang terjadi jika manusia hidup dalam aturan yang tidak bersumber dari penciptanya, keburukan silih berganti menghampiri. Sesungguhnya dalam Islam setiap kebutuhan rakyat adalah tanggung jawab penuh negara, tak terkecuali kebutuhan transportasi. Negara harus berusaha dengan sebaik-baiknya memenuhi kebutuhan ini, bukan menyerahkan pada pihak swasta, apalagi sampai abai pada keselamatan rakyat.Negara akan menghadirkan teknologi terbaik untuk kebaikan rakyat.Dalam sistem Islam akan terbentuk individu-individu yang amanah, yang jujur, bukan pribadi yang menghalalkan segala cara demi mendapat keuntungan, yang lalai sampai tidak memperhitungan keselamatan jiwa. Sudah saatnya negeri ini berbenah, sudah saatnya kembali pada aturan yang berkah, yaitu aturan Islam yang diterapkan dibawah panji Khilafah Islamiyah.()


    *Muslimah HTI DPD II Tulungagung
      Guru PAUD Salsabila Tulungagung
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: TRAGEDI AIR ASIA, MOMENTUM TERBONGKARNYA KEBURUKAN PENERBANGAN PADA SISTEM KAPITALISME DI INDONESIA Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top