Turki-- Sebagaimana dilansir BBC Indonesia pada Rabu(14/1) kemarin, koran sekuler kiri Turki,
Cumhuriyet, mencetak empat halaman edisi terbaru Charlie Hebdo untuk
menunjukkan dukungan terhadap para wartawan yang dibunuh.
Halaman muka edisi Prancis bergambar Nabi Muhammad itu tidak dimasukkan dalam media Turki tersebut.
Edisi terbaru majalah satire tersebut diterbitkan dalam enam bahasa termasuk Arab dan Turki.
Sementara
versi Arab majalah tersebut hanya ditaruh di edisi online, di Turki
laporan tersebut diterbitkan Cumhuriyet dan koran itu menerima ancaman
atas keputusan menerbitkan kartun
Charlie Hebdo.
Tindakan ini membuat Turki, satu-satunya negara Islam di dunia yang melakukannya.
Cumhuriyet menyediakan empat halamannya untuk sejumlah kartun pilihan.
Sementara
dua kolumnisnya, Ceyda Karan dan Hikmet Çetinkaya, menerbitkannya di
atas kolom mereka dalam ukuran yang lebih kecil dari halaman sampul
aslinya.
Koran tersebut mengatakan tempat percetakan mereka
digerebek polisi pada Selasa malam (13 Januari) dan peredaran surat
kabar akhirnya diizinkan setelah dipastikan kartun nabi Muhammad tidak
dimasukkan.
Cumhuriyet mengatakan mereka menerima sejumlah ancaman dan kantor mereka dijaga polisi.() BBC Indonesia/syabab indonesia


0 komentar:
Posting Komentar