Harem berasal dari kata "haram", dan maknanya suatu tempat yang diharamkan untuk publik, karena terkait privacy, sehingga hanya mahram yang boleh masuk. Namun di alam pikiran Barat, harem dibayangkan secara liar sebagai tempat di mana para sultan dan orang kaya di dunia Islam bebas melampiaskan syahwatnya kepada istri dan selir-selirnya (budak-budaknya). Karena mereka bukan mahram, tidak ada dari para penulis Barat yang pernah menyaksikan sendiri, seperti apa harem itu.
Di tahun 1980-an, ada suatu rombongan siswa-siswi SMA Jerman study tour
ke Turki yang diajak ke sebuah rumah besar milik seorang saudagar Turki
yang masih menjaga desain rumah model lama, yang di dalamnya terdapat
"Harem". Langsung imajinasi liar bekerja. Tentu saja keinginan mereka
melihat Harem ditolak oleh pemilik rumah. Namun setelah negosiasi,
akhirnya yang peserta perempuan dibolehkan masuk, tapi tanpa membawa
kamera. Dan hasilnya: mereka mendapatkan bahwa Harem tersebut belum
pernah diisi oleh lebih dari satu perempuan, yakni istri sang pemilik
rumah !( Prof. Fahmi Amhar)
Sumber: https://www.facebook.com/famhar68?fref=ts
Sumber: https://www.facebook.com/famhar68?fref=ts


0 komentar:
Posting Komentar