728x90 AdSpace

  • Hot News

    Minggu, 26 Oktober 2014

    Mualaf, Kisah Seorang Feminis Amerika Masuk Islam karena Penasaran

    Kisah Seorang Feminis Amerika Masuk Islam karena Penasaran



    NEW ORLEANS - Usianya masih 21 tahun saat dia memutuskan untuk menjadi seorang mualaf. Usia yang relatif muda bagi seorang perempuan yang berani mengambil keputusan untuk pindah agama. Dia adalah Theresa Corbin. Seorang feminis yang berasal dari Baton Rouge, Lousisiana.
    Kepada CNN dalam sebuah artikel, Corbin menceritakan kisahnya saat memutuskan menjadi seorang mualaf dan perjalanan hidupnya sebagai seorang muslimah. Corbin menjadi Mualaf pada November 2001, atau dua bulan setelah tragedi runtuhnya Gedung World Trade Centre pada 9 September 2001.
    Menurut dia, saat itu adalah waktu yang buruk untuk menjadi seorang muslim. Tapi, setelah empat tahun mempelajari Islam, dia memutuskan untuk mengambil risiko. Corbin merupakan perempuan yang dilahirkan dari keluarga Katolik dan atheis.
    Perjalanannya menuju Islam dimulai saat dia berusia sekitar 15 tahun. Saat itu, dia memiliki pertanyaan mengenai iman yang diyakininya. Dia mulai menanyakan mengenai hal tersebut kepada guru dan pendeta-pendeta, namun jawaban dari mereka tidak memuaskan Corbin.
    Setelah bertanya tentang segala sesuatu yang telah dia pelajari untuk menjadi sebuah kebenaran, dan menggali melalui retorika, sejarah, dan dogma, Corbin menemukan sesuatu hal yang berbeda tentang Islam. Dia belajar bahwa Islam bukanlah budaya atau sekte yang sesat. Islam juga tidak dapat disebut mewakili satu bagian dari dunia, tapi seluruh dunia.
    "Saya menyadari Islam adalah agama dunia yang mengajarkan toleransi, keadilan, dan kehormatan dan memperkenalkan kesabaran, kerendahan hati, dan keseimbangan," ucap Corbin.
    Ketika dia mempelajari tentang keimanan di Islam, dia sangat senang karena menemukan fakta bahwa Islam mengajarkan pemeluknya untuk menghormati semua nabi, termasuk dari Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad. Islam mengajarkan manusia untuk menyembah satu Tuhan dan bertingkah laku dengan tujuan menjadi manusia yang lebih baik.
    Corbin sangat tertarik dengan Islam setelah mendengar seruan tentang kecerdasan dan sikap berbesar hati yang disabdakan oleh Nabi Muhammad. Seruan itu berbunyi "Pengetahuan adalah wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki atau perempuan."
    Dia terkejut tentang ilmu pengetahuan ddan rasionalitas yang dimiliki oleh pemikir-pemikir muslim, seperti. Al-Khawarizmi yang menemukan aljabar, Ibnu Firnas yang mengembangkan mekanisme penerbangan sebelum Leonardo da Vinci, dan Abu al-Qasim al-Zahrawi, yang merupakan ayah dari operasi modern.
    "Disini (Islam) agama lah yang memberitahu saya untuk mencari jawaban dan menggunakan kecerdasan saya untuk mempertanyakan dunia di sekitar saya," ucap Corbin.() tribunnews.com/syabab indonesia
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    1. * BANYAK MUALAF AWALNYA HANYA KARENA SUNGGUH-SUNGGUH INGIN MENCARI DAN MENTAATI AJARAN ORISINIL NABI ISA A.S, MENDALAMI SEJARAH GEREJA dan/atau MENGKRITISI BIBEL/INJIL/AL KITAB PERJANJIAN BARU
      * biarkanlah… tunggu aja kedatangan kembali Nabi Isa A.S menjelang kiamat, apakah beliau akan ikut-ikutan kebaktian sambil membawa salib berteriak haleluya haleluya heleluya ber xxx yang dipimpin oleh Paulus dari Tarsus dkk dgn segala macam ajaran, doktrin dan dogmanya ; ataukah beliau akan menghakimi, mengadili dan menjadi saksi atas kebenaran ajaran MONOTHEISME murni dgn menghancurkan segala berhala dan atributnya yang dimurkai, terkutuk, terlaknat, sesat dan menyesatkan serta ikut mendirikan shalat bersama para nabi dan rasul sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad beserta para malaikat Allah… gitu aja kok rewel dan ribet banget to mas…
      * Sesungguhnya ajaran yg diturunkan kpd para Nabi dan Rasul pada hakikatnya adalah sama/satu, tidak layak apabila ada yang menyimpangkannya. Kebenaran hanya datang dari sisi Allah.
      * Dengan lapang dada, hati yg mulia dan tenang, akal pikiran yg sehat dan jernih, tanpa kebencian dan emosi, tanpa dogmatis, tanpa prasangka buruk dgn penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab mari kita memilih dan menentukan jalan keselamatan hidup di dunia dan akhirat menuju kembali kepada Allah.

      Hanya ada 3 (tiga) jalan keselamatan kristiani:
      1. Koreksi total, progresif dan revolusioner terhadap semua ajaran/doktrin/dogma Paulus dari Tarsus dkk melalui KONSILI BARU setingkat konsili Nicea (325 M) a.l. mengangkat Yesus sebagai tuhan dan konsili Konstantinopel (381 M) a.l. lahirnya trinitas serta konsili-konsili lainnya (hal ini amat sulit sekali dan memerlukan keberanian sangat luar biasa pihak otoritas gereja dan umatnya);
      2. Kembali menjalankan ajaran Nabi Isa / Yesus secara murni dan konsekuen sebagaimana yang diwahyukan Allah kepadanya dalam Injil asli berbahasa Ibrani / Aramic ketika beliau hidup (1-33 M) dan diangkat sebagai utusan-Nya (+ – 29 M) (kalau risalahnya masih ada), tanpa campur tangan / karangan manusia, sekalipun itu murid pertama beliau
      3. Menjadi Muslim sebagai satu-satunya jalan kebenaran sejati-hakiki pengikut setia Nabi Isa / Yesus dan jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Seluruh risalah kenabian sudah ditutup, tiada lagi nabi dan rasul, tiada lagi kitab suci; kita hidup di akhir zaman sampai kiamat dan Islam adalah yang terakhir. Setiap detik umur kita berkurang, setiap detik kita mendekati kematian dan meninggalkan dunia fana ini. Hati-hati, jangan salah jalan supaya tidak menyesal…


      BalasHapus

    Item Reviewed: Mualaf, Kisah Seorang Feminis Amerika Masuk Islam karena Penasaran Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top