Pesan Amir Hizbut Tahrir Atha Abu Rastah
Aktivitas Untuk Khilafah dan Jihad
Seperti yang telah kami katakan bahwa dalil-dalil (kewajiban) menegakkan negara diambil dari sumbernya; begitu juga dalil-dalil (kewajiban) jihad diambil dari sumbernya. Namun satu sama lain berbeda dan tidak saling bergantung. Oleh karena itu, kewajiban jihad tidak gugur dengan tidak adanya negara Khilafah. Rasulullah saw bersabda: “Sungguh, jihad itu berlangsung sejak Allah SWT mengutusku hingga umatku yang terakhir memerangi Dajjal. Jihad tidak gugur karena zalimnya orang zalim dan adilnya orang yang adil.” Dikeluarkan oleh al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra dari Anas bin Malik. Dengan demikian, kewajiban jihad terus berlangsung sesuai dengan hukum-hukum syariah, baik Khilafah tegak atau tidak.Begitu juga, tidak gugur aktivitas untuk menegakkan Khilafah sebab gugurnya hukum untuk jihad. Aktvitas untuk Khilafah terus berlangsung hingga Khilafah tegak. Sebab haram bagi kaum Muslim yang mampu apabila tidak ada di pundak mereka baiat terhadap Khalifah. Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Umar yang mengatakan: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang melepaskan tangan dari ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan barangsiapa yang meninggal sementara di pundaknya belum ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).”
Dengan demikian, maka kewajiban jihad terus berlangsung, dan aktivitas menegakkan Khilafah juga terus berlangsung hingga Khilafah tegak. Dalam hal ini, satu dengan yang lain tidak saling bergantung. Masing-masing adalah dua masalah yang berbeda. Dan masing-masing masalah dicari dalil-dalil syariahnya. Kemudian darinya digali hukum syariah yang terkait khusus dengan masalah sesuai dengan kaidah-kaidah ushul yang diikutinya.
Padanya Benar-benar Terdapat Peringatan
Takutlah pada Allah dan hanya pada Allah dalam agama kalian. Takutlah pada Allah dan hanya pada Allah terhadap umat kalian. Takutlah pada Allah dan hanya pada Allah terhadap Khilafah kalian. Takutlah pada Allah dan hanya pada Allah terhadap senjata kalian. Gigitlah semua itu dengan gigi geraham. Bersiaplah untuk menolong agama kalian, mengalahkan musuh-musuh kalian dengan kepemimpinan seorang Khalifah yang menjadi perisai kalian, dan di belakangnya kalian berperang, serta dengannya kalian berlindung. Jika kalian telah melakukan itu, maka kalian telah menyiapkan untuk kemuliaan kalian, dan kemenangan kalian di dunia dan akhirat. Jika kalian tidak melakukannya, maka musuh-musuh kalian tidak akan pernah merasa cukup bahwa kalian telah menghancurkan senjata-senjata kalian dengan tangan-tangan kalian sendiri, bahkan kalian mengizinkannya untuk memasuki rumah-rumah kalian … Dan ketika itu telah terjadi, maka kalian tidak lagi memiliki tempat untuk melarikan diri.“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (TQS. Qaf [50] : 37).
Iran Bersama Amerika
Iran berjalan bersama Amerika. Dan Iran sadar betul arti dari langkah yang ditempuhnya ini, serta mengtetahui batasan-batasannya, sehingga ia tidak akan melanggarnya. Kalau Iran meninggikan intonasi seruan, maka itu untuk menyesatkan atau menutupi fakta, seperti yang terjadi di era Ahmadinejad yang terlihat jelas memberi pelayanan besar bagi Amerika di Afghanistan, Irak dan Suriah. Oleh karena itu, Amerika melihat rezim di Iran sebagai pelayan yang begitu setia melayani kepentingannya, sehingga lembaga pembuat keputusan di Amerika tidak terlihat menyerukan untuk berusaha mengubah rezim. Inilah apa yang dinyatakan oleh Robert Gates, pada tanggal 12 Desember 2008, dalam Konferensi Keamanan Internasional di Bahrain tentang hubungan antara Amerika dan Iran, dan kewajiban Amerika pada Iran. Ia berkata: “Tidak seorang pun yang berusaha untuk mengubah rezim di Iran. Sementara kewajiban kami dalam hal ini, adalah menciptakan perubahan politik dan sikap, sehingga Iran menjadi tetangga yang baik bagi negara-negara di kawasan Timur Tengah, daripada Iran menjadi sumber ketidakstabilan dan kekerasan.”Ya Allah, Saksikanlah!
Wahai Jenderal (Abdul Fatah al-Sisi), mungkin Anda lebih cerdas dan lebih waras dari sebelum Anda, maka terimalah nasihat kami, apalagi Anda memiliki latar belakang (pemikiran) Islam yang kami lihatnya pada pendapat-pendapat yang Anda tulis pada tahun 2006, ketika Anda belajar di Akademi Militer milik tentara Amerika di wilayah Pennsylvania. Ingat, bahwa Anda tidak akan bebas dari kehinaan dunia dan azab akhirat, kecuali Anda memutus tali Amerika yang terbentang hingga Kinanah (Mesir), lalu menolong Khilafah dan orang-orang yang berjuang menegakkannya. Sehingga Mesir al-Kinanah kembali menjadi pusat Khilafah di dunia. Mungkin itu akan menjadi penebus atas kesalahan-kesalahan yang Anda harus menanggung dosanya. Jika Anda melakukan itu, maka Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman akan bersama Anda. Sehingga Allah menjadikan Anda diterima di bumi dan diridhai di langit, serta Anda tidak akan pernah takut pada Amerika dan Eropa, tidak pula para para pengikut dan pengekornya. Sebaliknya, jika Anda tidak melakukan, dan tali tetap terbentang ke Amerika, dan darah terus mengalir demi menyenangkan Amerika, maka Anda akan merugi dalam kehidupan akhirat Anda, juga Anda tidak akan pernah terpelihara kehidupan dunia Anda. Sungguh, itu adalah kerugian yang nyata. Anda pasti menbaca sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang megutamakan ridha manusia, mengabaikan murka Allah, maka Allah jadikan ia diberpudak manusia. Barangsiapa yang rela dengan murka manusia demi ridha Allah, maka Allah membebaskannya dari ketergantungan pada manusia.” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah dari Aisyah. Ingat! Jauh berbeda antara orang yang Allah jadikan ia diberpudak manusia dengan orang yang Allah membebaskannya dari ketergantungan pada manusia. Ya Allah, sungguh kami telah menyampaikan, saksikanlah! Ya Allah, sungguh kami telah menyampaikan, saksikanlah! Ya Allah, sungguh kami telah menyampaikan, saksikanlah!
Wahai Kaum Muslim Rakyat Suriah
Wahai Orang-Orang Jujur dan Ikhlas Dalam Perjuangannya Melawan Tiran Syam
Kalian wajib mengerahkan semua kemampuan untuk mencegah intervensi
militer ini, dan mencegah proyek pembantaian yang diembannya. Sungguh,
tiran ini hampir-hampir tumbang oleh tangan-tangan kalian. Kesuksesan
kalian dalam menegakkan pemerintahan Islam di negeri kalian tinggal
menghitung hari. Sehingga kalian akan merasakan aman atas agama kalian,
jiwa kalian, kehormatan kalian dan harta benda kalian … Pemerintahan
yang bijak dan adil akan mengembalikan kebenaran (al-hak) pada tempatnya
… Khilafah Rasyidah akan mengembalikan kepada Suriah cahaya dan
perannya, yaitu sebgai pusat negara Islam, dan itu akan segera
terwujudkan, insya Allah. Untuk itu, sabar dan bersabarlah, serta tetap
teguh dalam menghadapi kezaliman dan para pelakunya. Ketahuilah bahwa
penyelamatan kalian terhadap negeri kalian dengan tangan kalian
seberapapun besarnya pengorbanan adalah lebih baik bagi agama dan dunia
kalian seribu kali lipat dari masuknya kaum kafir penjajah ke negeri
kalian dengan dalih penyelamatan. Ingat! Itu bukanlah penyelamatan,
melainkan benar-benar kematian dalam segala hal. “Bagaimana bisa (ada
perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin),
padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak
memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula
mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya,
sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang
fasik (tidak menepati perjanjian).” (TQS. At-Taubah [9] : 8).() hti press/ syabab indonesia

0 komentar:
Posting Komentar