Siti Zuhro Sebut Kecurangan Pemilu Justru Bersumber dari Parpol
JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Sukarnoputri menuduh intelijen telah "bermain" pada pemilu legislatif (pileg) 9 April lalu. Ia mengingatkan agar hal serupa tidak terulang pada pemilu presiden (pilpres) 9 Juli mendatang
Hal itu dikatakan Mega pada deklarasi dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk calon presiden dari PDIP, Joko Widodo (Jokowi), di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (14/5). Kata Mega, intervensi intelijen salah satunya terbukti dari jumlah gugatan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Peneliti Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, kepada wartawan di Founding Fathers House, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengatakan pernyataan itu adalah bagian dari sikap proaktif Mega menjaga agar pemilihan umum (pemilu) tetap jujur dan adil.
"Tidak bisa dipasrahkan pada penyelenggara. Supaya pemilu sukses parpol jangan hanya diam, dia juga harus ikut mensukseskan," katanya.
Siti mengaku sudah berkali-kali mengingatkan seluruh pihak, untuk ikut memantau jalannya pemilu, untuk mengurangi potensi terjadinya kecurangan.
Akan tetapi menurut Siti sejumlah kecurangan justru dilakukan oleh partai politik, antara lain dengan praktik politik uang dan sejumlah kecurangan lainnya.
Oleh karena itu ia juga menghimbau agar pemilu presiden pada 9 Juli nanti semua pihak termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), partai dan masyarakat sama-sama ikut memantau. Hal itu antara lain agar kesalahan-kesalahan yang terjadi di pileg kemarin tidak terulang.
"KPU juga jangan hanya mengingatkan, tapi juga turun ke bawah," tandasnya.() tribunnews.com/ syabab indonesia


0 komentar:
Posting Komentar