728x90 AdSpace

  • Hot News

    Jumat, 30 Mei 2014

    Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) di Bengkulu

    Konferensi Islam dan Peradaban HTI Bengkulu

    Bengkulu -- Pagi itu Selasa (27/5) suasana di kota Bengkulu tampak seperti biasanya, namun ada yang berbeda yaitu di suatu lokasi yang beralamat di Jl Jendral Sudirman Pintu Batu kota Bengkulu, yaitu tepatnya di depan mesjid Jamik, yaitu di hotel Samudra Dwinka.
    Di aula hotel yang berkapasitas daya tampung sekitar 1000 orang, perlahan sejak pagi mulai didatangi oleh beberapa orang, mereka adalah para undangan sebuah acara akbar yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia DPD Bengkulu.
    Acara yang dimulai sekitar jam 9 pagi ini didatangi oleh para peserta yang cukup rela berbaris untuk mengantri registrasi terlebih dahulu, tampak peserta datang dari berbagai wilayah di kota Bengkulu, termasuk dari daerah kabupaten di provinsi Bengkulu seperti: Muko-muko, Kaur, Kepahyang, Argamakmur, Lebong dan Ketahun, bahkan pihak panitia mendapatkan info ada peserta yang rela menempuh perjalanan sejauh 300 km naik motor dan harus bermalam di mesjid karena sudah terlalu malam di jalan.
    Dari kalangan tokoh dan organisasi nampak hadir beberapa orang seperti : ustadz Baharudin Soleh (ulama senior Bengkulu), Ustadz Jatar (ulama senior kota Bengkulu), bu Hj SuwarniAhza (MUI), Dra Hj. Purnia Hasanah, M.Pd (penasehat KOHATI), Dra.Hj.Nurjannah Sutrisno (Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah), Rosdiati (Ketua BKMT Kecamatan Sungai Serut), Nahita (Ketua Permata Bumi Ayu), utusan dari FORSAP kota dan provinsi.
    Acara dibuka oleh MC Aprizen Ikhlas dan dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Putra Andika, setelah itu penyampaian sambutan oleh ketua DPD 1 HTI Bengkulu Budi Utomo, S.E, barulah kemudian memasuki acara inti yaitu penyampaian pidato politik yang pertama kali oleh Ardinsyah Yun, M.A (HTI Bengkulu) dengan tema: “Demokrasi dari korporasi oleh korporasi, untuk korporasi”, setelah itu pidato politik kedua yang disampaikan oleh Septri Widiono, M.Si mengangkat tema “Sistem ekonomi liberal, sistem rusak yang menghasilkan kerusakan dan kesengsaraan” dan yang terakhir adalah pidato politik Hizbut Tahrir Indonesia yang disampaikan langsung oleh juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia H.M Ismail Yusanto, M.M, acara juga diselingi dengan pemutaran dokusinema.
    Acara yang berakhir sekitar jam 12.00wib ini masih dilanjutkan dengan acara ramah tamah, makan siang bersama antara pembicara dan peserta VVIP setelah shalat Dzuhur.
    Pada acara ramah tamah yang dikemas dalam bentuk talkshow yang dipandu oleh Hedra Meyga Utama, S.H ini tampak hadir mantan wakil gubernur Bengkulu yang juga merupakan ulama kota Bengkulu ustadz Syamlan, L.C bersama peserta yang lain yang begitu antusias memberikan pertanyaan seputar ide dan kegiatan Hizbut Tahrir, bahkan ketika jubir bertanya apakah mereka siap dibina dan ikut berjuang bersama Hizbut Tahrir untuk menegakkan syariah dan khilafah, hampir semua peserta berteriak bersedia dan siap.
    Acara ramah tamah bersama juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia ustadz Ismail Yusanto, M.M ini berlangsung sampai dengan jam 16.00wib acara ditutup oleh testimoni ustadz Syamlan.
    Semoga rangkaian acara yang dilalui dari pagi hingga sore hari tersebut menambah semangat perjuangan para syabab Hizbut Tahrir di Bengkulu khususnya serta menambah panjang barisan yang ikut berjuang bersama mereka kelak, takbirrr [] MI HTI Bengkulu/ hti press/ syabab indonesia
    KIP Bengkulu (7)
    KIP Bengkulu (1)
    KIP Bengkulu (2)
    KIP Bengkulu (3)
    KIP Bengkulu (4)
    KIP Bengkulu (5)
    KIP Bengkulu (6)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) di Bengkulu Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top