728x90 AdSpace

  • Hot News

    Sabtu, 31 Mei 2014

    Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) di Jakarta

    Jakarta -- HTI DPD II Jakarta menyelenggarakan Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) di Tenis Indoor Senayan Jakarta,(31/05/2014). Sekitar 5000 peserta menghadiri agenda akbar tersebut.

    Dalam rangkaian acaranya, konferensi ini menghadirkan Ketua Lajnah Tsaqofiyah KH Hafidz Abdurahman dan Juru Bicara HTI, Muhamad Ismail Yusanto sebagai pemateri

    Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia Hafidz Abdurrahman menyatakan sistem pemerintahan demokrasi bertentangan dengan akidah mayoritas agama penduduk Indonesia. “Karena itu, kita tidak boleh menerima demokrasi, karena itu bertentangan dengan akidah tauhid kita!” tegasnya kepada sekitar 5000 warga Jakarta, Depok dan Tangerang, Sabtu (31/5) di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta.

    Dalam Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) yang diselenggarakan HTI Jakarta itu, Hafidz pun membacakan firman Allah SWT. “Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu,” ujarnya mengutip Alquran Surat Al Maidah ayat 48.
    Tapi dalam demokrasi, menerapkan hukum Allah butuh persetujuan mayoritas anggota DPR.  “Bukankah ini bentuk kesesatan?” ungkapnya retorik yang kemudian disambut takbir ribuan peserta.

    Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto menyeru sekitar 5.000 warga Jakarta, Tangerang dan Depok yang hadir dalam Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) untuk mencampakkan sistem pemerintahan demokrasi dan sistem ekonomi liberal.
    “Sesungguhnya kita tidak perlu ragu untuk mencampakkan demokrasi dan sistem ekonomi liberal!” tegasnya, Sabtu (31/5) di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta.
    Sebab, lanjut Ismail, sistem tersebut adalah sistem kufur dan terlahir dari ideologi kapitalisme yang kufur. Ideologi yang membatasi agama hanya mengatur urusan privat jelas bertentangan dengan Islam. Sebab Islam adalah dîn kâmil syâmil yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.
    Namun anehnya, demokrasi dan sistem ekonomi liberal tetap saja dipertahankan. Belum ada tanda-tanda untuk mengakhirinya.
    “Apakah berbagai kerusakan dan keboborokan yang ditimbulkan oleh sistem tersebut tidak membuat kita sadar? Apakah kita baru tersadar setelah kekayaan alam kita habis tak tersisa setelah dirampok oleh negera-negara kafir penjajah? Jika itu yang terjadi, sungguh penyesalan yang terlambat!” pekiknya lalu disambut takbir ribuan peserta.() diolah dari berbagai sumber



















    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) di Jakarta Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top