728x90 AdSpace

  • Hot News

    Selasa, 20 Mei 2014

    Caleg Stres Bogor Naik 100 Persen, Bukti Gagalnya Demokrasi

    Gus Uwik : Caleg Stres Bogor Naik 100 Persen, Bukti Gagalnya Demokrasi



    Jumlah Caleg (Calon Legistatif) stres di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) di Jalan Dr. Sumeru No. 114, Kelurahan Menteng Bogor, Kota Bogor, semakin bertambah. Terlebih setelah pengumuman resmi dari KPU Caleg mana saja yang lolos menjadi anggota dewan.
    Meningkatkanya jumlah caleg stes diakibatkan oleh tidak terpilihnya mereka menjadi wakil rakyat. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi jumlah pasien yang berobat jalan meningkat tajam sejak KPU mengumumkan hasil akhir dari Pemilu Legislatif 2014.
    Peningkatan pasien yang berobat jalan karena mengalami stres tercatat hingga 100 persen. Sebelum KPU mengumumkan hasil akhir dari Pemilihan Legislatif hanya ada 50 hingga 60 pasien tapi, setelah pengumuman jumlah pasien hingga 150 orang setiap harinya.
    Menanggapi fenomena tersebut tokoh muda Islam bogor menyatakan inilah bukti bahwa politik saat ini tidak lepas dari permainan kotor, yakni money politik dengan menghalalkan segala macam cara.
    "Info dari Humas RSMM Kota Bogor, Dr. Farid mengatakan, pasien yang datang dan berobat jalan kebanyakan mengalami depresi dan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Banyak yang tidak terpilih, banyak juga yang berobat akibat mengalami stres yang parah. Hal itu dipicu oleh dana yang dikeluarkan untuk menjadi wakil rakyat terbilang tinggi, sehingga meninggalkan hutang dan kekecewaan mendalam. Selain itu para caleg semakin stres ketika di iming-imingi para tim sukses yang menjanjikan suara yang banyak dan memastikan sang caleg melenggang menjadi anggota dewan, namun faktanya nol besar," jelasnya.
    Lebih lanjut, politis muda bogor ini menegaskan bahwa sekali lagi ini adalah bukti bahwa sebagian besar caleg dalam meraih syahwat politiknya lebih mengedepankan logika suara dan popularitas daripada logika ide/gagasan. Ditambah lagi, fakta mereka stres karena ada tanggungan beban hutang yang banyak menunjukkan bahwa kebanyakan dari calon politisi banyak yang berselingkuh dengan pengusaha hitam. Sebab hanya merekalah yang punya cukup modal untuk membiayai modal politik selama kampanye.
    "Sudahlah minim gagasan dan ditambah adanya selingkuh dengan pengusaha hitam maka jangan berharap bogor akan terjadi perubahan. Yang ada adalah mereka berkhidmat pada kepentingan para kapitalis. Korupsi, proyek fiktik, kebijakan yang dzolim akan terus muncul. Janji akan menyejahterakan masyarakat, sebagaimana yang di gembar-gemborkan selama kampanye bak pepesan kosong. Mereka akan sibuk sendiri untuk mengembalikan modal dan keuntungan modal politik. Ini adalah bukti gagalnya demokrasi," tegasnya.
    Oleh karena itu, menurut tokoh muda yang juga Ketua DPP HTI ini mengingatkan bahwa para anggota legislatif yang lolos pada pileg kemarin sejatinya apa yang mereka lakukan tidak jauh beda. Sama-sama menghalalkan segala cara, yang salah satunya menggunakan politik uang dan selingkuh dengan pengusaha hitam. Pemerintahan akhirnya 'disetir' oleh para pengusaha hitam. Dan inilah model negara korporasi.
    Masih menurut Gus Uwik, pemerintahan korporasi tak ubahnya perusahaan yang hanya memikirkan keuntungan. Dalam pemerintahan korporasi, subsidi terhadap rakyat, yang sebenarnya merupakan hak rakyat, dianggap pemborosan. Aset-aset negara yang sejatinya milik rakyat pun dijual. Itulah pemerintahan korporasi, yang tidak bisa dilepaskan dari sistem politiknya: demokrasi. Pemilu legislatif kemarin menjadi pintu utamanya.
    Oleh karena itu, bila para politikus berselingkuh dengan pengusaha hitam yang sekarang ini berada di jajaran kepemimpinan bogor maka perwujudan Bogor sebagai pemerintahan korporasi akan semakin nyata. Lihat saja nanti, keputusan-keputusan politik dibuat tidaklah sungguh-sungguh demi kepentingan rakyat, tetapi untuk kepentingan bisnis. Kader partai yang duduk di parlemen pun kelak juga hanya akan menjadi alat legitimasi bagi pemuasan syahwat politik-ekonomi elit partai. Ujungnya, rakyatlah yang akan menanggung akibatnya berupa pemiskinan dan kesenjangan kaya-miski yang makin lebar.
    "Inilah pentingnya perjuangan penegakkan syariat Islam dalam bingkai Khilafah. Sebab hanya dengan syariat Islam, proses politik bukan menghamba pada uang dan berselingkuh dengan pengusaha hitam, namun tunduk pada keagungan aturan Allah yang pasti menyejahterakan seluruh rakyat. Sistem politik demokrasi yang telah terbukti gagal dan bahkan menyengsarakan masyarakat harus di tolak dan dicampakkan," tegasnya.
    Oleh : Amir S/ bogorplus.com/ syabab indonesia
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Caleg Stres Bogor Naik 100 Persen, Bukti Gagalnya Demokrasi Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top