
Hutomo Mandala Putra atau akrab disapa Tommy Soeharto kembali mengembangkan kerajaan bisnisnya di Kota Solo. Putra bungsu mantan Presiden Soeharto tersebut membangun hotel berbintang syariah dengan nama Syariah Hotel Solo.
Tommy mengklaim hotel berbintang 3 di bawah managemen PT Hotel Anomsolo Saranatama tersebut sebagai hotel syariah terbesar di Indonesia.
Hotel 11 lantai yang dibangun sejak 17 Januari 2013 tersebut berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Jalan Adi Sucipto, atau tepat di sebelah barat Lorin Solo Hotel, yang juga milik Tommy. Hotel bernuansa Islami yang mempunyai fasilitas musala cukup besar pada setiap lantainya tersebut resmi beroperasi pada Selasa (11/3).
Prosesi peresmian hotel ditandai dengan pembukaan kelambu kain di bangunan depan hotel yang dilakukan oleh pemanjat tebing difabel, Sabar Gorky. Selain Tommy Soeharto peresmian juga dihadiri oleh kakak kandung Tommy, Siti Herdiyanti (Titik Soeharto), Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Ustaz Yusuf Mansyur dan Habib Syech Abdul Qadir Assegaf.
Kepada wartawan Direktur Hotel Anomsolo Saranatama, Johny Subarkah mengatakan, Syariah Hotel Solo merupakan hotel syariah terbesar di Solo, Jawa Tengah, bahkan di Indonesia. Menurut Johny, selama ini hotel syariah yang tersebar di Indonesia hanya memiliki sekitar 70 hingga 100 kamar.
"Syariah Hotel Solo ini dibangun 11 lantai serta memiliki 387 kamar, dan dilengkapi juga tempat ibadah atau musala. Sehingga sangat representative untuk kenyamanan tamu yang menginap di sini," ujar Johny.
Dipilihnya Kota Solo, menurut Johny, karena Solo merupakan pangsa pasar untuk bisnis hotel yang menjanjikan. Apalagi lokasi hotel yang berada di dekat Bandara Internasional Adi Soemarmo. Tempat ini menjadi pilihan utama wisatawan domestik maupun manca yang ingin menginap di hotel dengan konsep syariah.
"Kami juga berharap pendirian hotel syariah ini nantinya akan menjadi sentral meeting, incentive, convention dan exhibition (MICE)," katanya.
Sementara itu General Manager (GM) Lorin Solo Hotel, Purwanto Yudhonagoro mengatakan, sebagai hotel syariah terbesar pihaknya mentargetkan tamu yang menginap berasal dari kalangan peserta haji maupun umrah. Selain itu pihaknya juga akan membuat konsep religius guna menarik perhatian dan sebagai ciri khas hotel syariah.
"Syariah Hotel Solo ini mempunyai prinsip berorientasi untuk kemaslahatan umat, menghindari maksiat, pornografi, minuman keras dan narkoba. Selain itu juga menjaga perilaku, etika dan menghindari perilaku hedonis dan asusila tamu yang menginap di hotel," pungkasnya.() merdeka.com/ syabab indonesia

0 komentar:
Posting Komentar