
Siang harinya, sebelum penangkapan, diketahui bahwa bahwa Dr. Mus’ab ini memimpin delegasi Hizbut Tahrir menyerahkan surat kepada konsulat Rusia di Ramallah, dan meminta agar surat tersebut diberikan kepada Presiden Putin dan pemerintah Rusia. Dalam suratnya itu, Hizbut Tahrir mengecam kejahatan Rusia terhadap umat Islam pada umumnya, dan para anggota Hizbut Tahrir khususnya, di Tatarstan dan wilayah lainnya di dunia.
Sumber: pal-tahrir.info, 17/2/2014/ hti press/ syabab indonesia

0 komentar:
Posting Komentar