
BEIRUT -- Kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional, Human Right Work (HRW) meminta Pemerintah Iran untuk memenuhi janjinya dalam melindungi kebebasan beribadah kelompok minoritas Sunni.
Rezim Rouhani pun didesak untuk mengakhiri diskriminasi agama antardua kelompok Muslim terbesar itu. "Sunni Iran harus diizinkan untuk mempraktikan agama mereka secara bebas, seperti halnya rekan-rekan syiah mereka," kata Sarah Leah Whitson, direktur Timur Tengah di HRW, dalam sebuah pernyataan di situs HRW, Sabtu (9/11).
Laporan itu menyebutkan, Muslim Sunni telah menjadi target mayoritas Syiah Iran selama beberapa dekade. Sejak berdirinya Republik Islam pada tahun 1979, pemerintah telah menolak permohonan izin bagi Sunni di provinsi Teheran untuk membangun dan mengoperasikan masjid Sunni, menurut aktivis Sunni.
Pada Idul Adha tahun ini, HRW mencatat, pada pagi, tanggal 16
Oktober 2013, puluhan agen berseragam petugas keamanan mengelilingi
Masjid Sadeghiyeh Masjid di sebelah barat laut Teheran, salah satu
tempat ibadah terbesar dan paling penting untuk Muslim Sunni di provinsi
Teheran.
Mereka mencegah jamaah Sunni untuk memasuki gedung agar dapat
merayakan Hari Raya Idul Kurban, seorang Sunni dan mantan anggota
parlemen mengatakan kepada Human Rights Watch .Aktivis Sunni juga melaporkan, pasukan keamanan mencegah jamaah memasuki situs ibadah lain, di Saadatabad, di Teheran utara. Sementara, jamaah di bagian lain ibu kota tampaknya memasuki tempat ibadah dengan bebas dan menyembah tanpa hambatan.
Jalal Jalalizadeh, warga di barat laut Kota Teheran mengatakan, pasukan keamanan mencegah dia dan jamaah Sunni lainnya dari memasuki Masjid Sadeghiyeh tanpa alasan apa pun.
Situs berbahasa Persia Islah Web , melaporkan bahwa pada tanggal 15 Oktober, polisi Teheran telah memanggil anggota dewan Masjid Sadeghiyeh dan memberitahu bahwa kaum Sunni tidak bisa menggunakan situs untuk doa selama Eid- e Ghorban atau Idul Kurban.() republika.co.id

0 komentar:
Posting Komentar