
Surabaya--“Hentikan pembangun dubes AS di Jakarta dan pulangkan diplomatnya ke negaranya“ tegas Izzudin Ismail ketua DPD HTI Surabaya dalam aksi tolak spionase AS di konjen AS (9/11).
Dalam aksi tersebut ratusan massa HTI Surabaya dan masyarakat mengadakan aksi tolak spionase dan hentikan pembangunan dubes AS di Jakarta, aksi dilakukan di konjen AS yang berada di dalam komplek perumahan Ciitraland Wiyung Surabaya, kantor konjen AS yang dulunya di jl Dr Sutomo sekarang terlihat megah dan lebih luas sejak berpindah di Wiyung
Ismail juga mengingatkan bahwa perpindahan kantor konjen AS di Surabaya bukan semata-mata berpindah ke gedung yang lebih besar namun juga punya tujuan lain yaitu melakukan spionase. “ Kalau anda lihat gedung konjen AS yang baru, saya yakin di dalamnya juga ada kepentingan terselebung AS didalamnya” kata Ismail.
Sementara Fikri yang juga ketua DPD HTI Surabaya mengingatkan bahwa dulu sewaktu 10 Nopember 1945 ketika masyarakat Surabaya diminta menyerahkan sejata oleh sekutu, spontan masyarakat Surabaya menjawab dengan mengankat senjata, namun pada saat ini pemimpin kita hanya diam ketika informasi Presiden SBY disadap oleh kantor dubes AS di Jakarta dan fikri menegaskan inilah produk pemimpin dari demokrasi. “ Inilah produk demokrasi yang menciptakan pemimpin yang tidak memilki ketegasan terhadap AS” tegas Fikri
Aksi berlangsung tertib walau hanya dijaga oleh beberapa aparat kepolisian.[] hti press

0 komentar:
Posting Komentar