
Jakarta--Government shutdown di Amerika Serikat (AS) sudah berakhir. Kini, pemerintahan AS sudah pulih setelah sekitar 16 hari lumpuh.
Dengan kondisi ini, diprediksi, dolar AS akan kembali menguat. Terutama lagi, setelah Kongres AS sepakat dengan peningkatan utang pemerintahan Obama hingga 16,4 triliun dolar AS.
Keputusan ini, kata pengamat ekonomi dari Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, akan memicu ekspektasi positif para pelaku pasar untuk kembali membeli surat utang pemerintahan AS yang merupakan surat utang paling menarik di pasar global. Negara-negara seperti China, Jepang, Korea, yang sangat bergantung pada pasar AS, akan membeli surat utang AS.
Dengan demikian, lanjutnya, permintaan akan mata uang dolar kian meningkat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Dolar akan menguat kembali, rupiah akan ditinggalkan.
"Rupiah akan kembali melorot setelah sempat menguat dalam beberapa minggu terakhir," kata Salamuddin dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 18/10).
Apalagi, Salamuddin mengingatkan, pada saat yang sama, kebutuhan pembayaran luar negeri Indonesia, baik membiayai impor, membiayai cicilan utang pokok dan bunga utang yang meningkat, akan semakin menggerus devisa dan menekan nilai tukar rupiah. Ambruknya rupiah akan semakin membengkakkan biaya impor BBM, melipatgandakan utang luar negeri swasta dan pemerintah.
"Dan ujungnya, akan menghancurkan APBN Indonesia. Setelah AS shutdown kini giliran rezim SBY-Bunda Putri-Sengman shutdown," demikian Salamuddin. [ysa/ rmol.co/ syindo]

0 komentar:
Posting Komentar