
BONE – Penembakan terhadap terduga
‘teroris’ oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Desa Alinge
Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone menghebohkan warga. Penembakan ini
terjadi pada Kamis (17/10/2013).
Dari tiga terduga ‘teroris’ yang ditangkap itu satu di antaranya
ditembak mati tanpa dimintai keterangan ataupun disidang secara adil,
Astaghfirullah. Dia ditemukan di kebun coklat milik warga.
Aparat gabungan Kepolisian Resor Bone
(Polres Bone) dan Brimob Detasemen C Pelopor langsung menggerebek rumah
milik Suardi alias Pak Guru. Suardi merupakan mantan guru Sekolah
Menengah Pertama 2 Amali, Kecamatan Amali Kabupaten Bone yang
mengundurkan diri sejak tiga tahun silam. Suardi disebut-sebut sebagai
pelaku penyerangan pos Brimob Loki, Ambon dan pelemparan bom Gubernur
Sulsel.
Suardi meninggal setelah terkena tembakan
di bagian dadanya hingga tersungkur di bawah pohon coklat, tutur salah
satu warga, Andi Hasanuddin.
Usai penembakan itu, petugas berpakaian
preman langsung memboyongnya ke atas mobil bersama dua rekannya. Dua
kendaraan di sekitar lokasi langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Mabes Polri membenarkan penangkapan tiga
terduga teroris di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan hari ini. Namun
Mabes Polri belum mendapatkan info lengkap mengenai penangkapan para
teroris tersebut.
“Betul (memang ada penangkapan), cuma
belum ada data lengkapnya,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag
Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto saat dihubungi
wartawan.
Jenazah Suardi alias Pak Guru kini telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar. Dua terduga ‘teroris‘ yang masih hidup juga kini telah digiring ke Makassar.
Yang amat sangat disesali, Suardi ini
atau disebut Pak Guru adala seorang guru ngaji anak-anak didesa Alinge.
Menurut tetangga sekitar, Suardi sehari-hari menjadi guru mengaji.
Hampir tiap hari anak-anak belajar mengaji di rumahnya. Suardi juga
dikenal ramah serta baik. Namun, dengan tanpa ampun lagi Densus 88
membunuhnya sebelum diadili.
Source : DBS/ al-mustaqbal.net/ syindo

0 komentar:
Posting Komentar