
Riau--Rencana Ulil Abshar Abdalla (gembong JIL yang dibenci oleh umat Islam) untuk menjadi pembicara di sebuah seminar akhirnya gagal.
Berikut kicauan Ulil Abshar Abdalla, gembong JIL di akun twitternya @ulil terhadap batalnya menjadi pembicara di sebuah seminar “Demokrasi di Negara-negara Muslim" yang digagas Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum, Fakultas Syariah UIN Suska Pekanbaru, Riau.
1. Jam 2 ini, saya mestinya memberikan ceramah ttg "Demokrasi di Negara2 Muslim" di UIN Suska, Pekanbaru.
2. Tapi, menit2 terakhir, saya diberitahu oleh Ibu Dekan Fak. Ushuluddin bhw saya tak boleh bicara di seminar itu
3. Alasannya krn ada ancaman dari kelompok2 Islam tertentu yg tak menyukai saya menyampaikan ceramah di UIN Riau.
4. Saya sudah hadir di lokasi acara, dan siap menyampaikan ceramah. Pengunjung sangat banyak.
5. Saya menyesalkan pencekalan saya di UIN Riau. Bagi saya, ini kabar buruk bagi "kebebasan akademik".
Anggota Komisi Ukhuwah MUI Riau, Ir. Muhammadun mengatakan,"Kita menolak pemikiran-pemikiran liberalnya itu, yang oleh MUI tahun 2005 sudah ada fatwa bahwa pemikiran sekularisme, liberalisme dan plurarisme itu bertentangan dengan Islam. Kalau mengundang dia, berarti akan mensosialisasikan pemikiran-pemikiran dia ‘kan".
Muhammadun hanya meminta, agar mahasiswa lebih selektif dalam memilih narasumber.
“Di masa depan, untuk menentukan siapa yang akan tampil di kampus itu ya dipilih yang mendukung keislaman, bukan yang mendukung sekularisme dan pluralisme. Mereka ini kan pengusung, penjaja dan pengecer ide-ide liberal. Ada kepentingan asing dibelakangnya. Jadi teman-teman mahasiswa kita himbau supaya tahu orang-orang ini dibelakangnya siapa, siapa yang mendanai, berbahaya atau tidak bagi kampus, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya,” tegasnya.

0 komentar:
Posting Komentar