
Oleh: Ust. Abulwafa Romli
Bissmillaahir-Rohmaanir-Rohiim
Tidak sedikit diantara kaum Muslimin Aswaja yang salah dalam memahami hadits yang menegaskan bahwa Khilafah Rosyidah itu hanya berjalan 30 tahun, lalu hadis ini dijadikan dalil untuk menolak dakwah kepada penegakkan khilafah rosyidah, dengan alasan sudah berakhirnya masa khilafah rosyidah, maka dakwah kepadanya adalah kesia-siaan dan menghabiskan energi umat untuk sesuatu yang tidak berguna. Sejatinya pemahaman seperti itu berasal dari (dikembangkan oleh) kaum Salafi (Wahabi) pro sistem kerajaan Arab Saudi untuk mempertahankan sistem kerajaannya. Padahal hadis tersebut hanyalah berita nubuwwah berupa ilmu yang diberikan oleh Alloh SWT kepada Rasul-Nya SAW, bahwa khilafah nubuwwah hanya bertahan 30 tahun. Hadis tersebut bukan larangan menegakkan khilafah rosyidah. Jadi meskipun Rasulullah SAW telah mengerti bahwa khilafah rosyidah hanya bertahan 30 tahun, tetapi beliau tetap menyuruh kaum muslim untuk berjuang menegakkannya sesuai kemampuan dan kesanggupan mereka. Sedangkan berhasil atau tidaknya, adalah diserahkan kepada Alloh dan menjadi haqq Alloh, bukan haqq kita kaum muslim. Sekarang perhatikan hadis berikut:
Rasulullah saw telah bersabda:
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى إِخْتِلَافًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسَنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِى النَّارِ. رواه أحمد وأبو داود والترميذي وابن ماجه عن العرباض بن سارية رضي الله عنه.
"Aku wasiat kepada kalian dengan taqwa kepada Allah swt, mendengar dan taat (kepada khalifah atau amir),meskipun kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya, karena sesungguhnya siapasaja di antara kalian yang masih diberi hidup, maka ia akan melihat banyak perselisihan. Maka hendaklah kalian berpegang teguh (meyakini, mempraktekkan dan memperjuangkan) terhadap sunahku dan sunah para khalifah yang cerdas dan mendapat petunjuk, gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham, dan jauhilah segala perkara yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid'ah, setiap bid'ah adalah sesat dan setiap sesat itu dineraka". HR Imam Ahmad, Abu Daud, Turmudzi dan Ibnu Majah dari Irbadl bin Sariyah ra.
Pada hadits di atas Nabi saw telah mewajibkan (mewasiatkan) atas kaum muslim agar mendengar dan taat kepadaulil amri, meskipun yang menjadi ulil amri adalah seorang budak sahaya. Danbeliau saw telah mengabarkan bahwa dikemudian hari akan terjadi banyak perselisihan, yaitu perselisihan dalam urusan politik, karena konteks haditsini membicarakan urusan politik. Oleh karena itu, Nabi saw pada sabda berikutnya telah memerintahkan agar kaum muslim berpegang teguh terhadap sunnahnya juga terhadap sunnah para khalifah yang cerdas dan mendapat petunjuk,yaitu empat khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ra). Berpegang teguh terhadap sunnah Nabi saw itu secara umum dimana mencakup semua urusan kehidupan. Sedang berpegang teguh terhadap sunnah para khalifah yang empat itu secara khusus, yaitu dalam urusan politik termasuk hukum-hukum yang ditabanni oleh pemimpin politik, karena empat sahabat tersebut adalah parapemimpin politik, yaitu para khalifah, dalam negara khilafah. Lalu Nabi saw melarang kaum muslim dari segala bid’ah, yaitu bid’ah yang menyalahi sunnahNabi saw secara umum, dan bid’ah yang menyalahi sunnah para khalifah yang empat secara khusus, yaitu bid’ah dalam urusan politik, karena seperti diatas konteks hadits ini adalah konteks politik.
Hadits di atas adalah perintah berpegang teguh terhadap sunnah al-Khulafa' ar-Rosyidien. Ini artinya perintah agar kaum muslim terus berjuang menegakkan khilafah rosyidah, terlepas dari berhasil atau tidaknya. Karena Nabi SAW juga telah memerintahkan agar kaum muslim menjauhi berbagai macam bid'ah, termasuk bid'ah dalam politik ketatanegaraan.
Dengan demikian, tidaklah keliru dakwah dan perjuangan kita untuk menegakkan khilafah rosyidah. Justru yang keliru adalah dakwah kepada penegakkan khilafah Umawiyah, khilafah Abbasiyah, atau khilafah Utsmaniyah. Dan lebih bid'ah dan keliru adalah dakwah kepada sistem kerajaan atau kepada sistem demokrasi-sekular yang tidak diragukan lagi kekafirannya. Wallohu a'lam.
sumber: https://www.facebook.com/notes/abulwafa-romli/kewajiban-kaum-aswaja/327245804077557

0 komentar:
Posting Komentar