
Menuju gelaran pemilu 2014, parpol berburu artis untuk menaikkan posisi tawar mereka dalam meraih suara dalam kompetisi yang menghambur-hamburkan uang rakyat tersebut.
Bagai gayung bersambut, para artis-pun berduyun-duyun mendaftar menjadi bagian dari partai politik sebut saja Krisdayanti yang masuk partai Hanura, Hengki Kurniawan dan Desi Ratnasari masuk partai PAN, Arzety Bilbina, Tommy Kurniawan, dll masuk partai PKB. Dengan berbagai motif mereka mengikuti jejak pendahulunya seperti Eko patrio, Angelina Sondakh,dll terjun dalam medan politik meski tanpa bekal pemahaman tentang dunia politik.
Dengan melihat kompetensi mereka di bidang politik yang minim, tidak sedikit dari mereka yang menjadi korban demokrasi atau mengorbankan diri demi demokrasi. Mulai dari kasus perselingkuhan, korupsi, suap, dll mendera anggota DPR yang berasal dari kalangan artis itu. Sehingga tidak salah jika ada sebagian masyarakat yang mengira bahwa motif para artis terjun ke dunia politik karena motivasi materi. Dengan memperhatikan gaya hidup para artis yang harus ditopang oleh income yang besar ditambah saat mereka redup di dunia entertainment maka mereka mencoba peruntungan dengan menjadi politisi dadakan.
Akankah ada perubahan yang baik bagi rakyat ketika para artis masuk ke partai politik? sudah pasti tidak mungkin ada perubahan yang berarti bagi rakyat. Karena, meskipun para kyai masuk parpol dan mereka tetap mempertahankan sistem sekuler demokrasi yang membelenggu rakyat maka tetap saja tidak ada perubahan yang berarti.

0 komentar:
Posting Komentar