728x90 AdSpace

  • Hot News

    Jumat, 21 Desember 2012

    Hati Yang Hina


    Ibnu Abi al-Hawari mengatakan bahwa aku berkara kepada Abu Sulaiman: Aku memahami firman Allah SWT.:

    : “إلاَ مَنْ أتَى الله بِقَلْب سَلِيمٍ”

     “Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (TQS. Asy-Syu’ara’ [26] : 89), adalah orang yang bertemu Tuhannya, sementara tidak ada dalam hatinya seorang pun selain Dia.

    Tiba-tiba ia menangis dan berkata: “Sejak tiga puluh tahun, aku belum pernah mendengar perkataan yang lebih baik dari ini.”

    Kemudian ia berkata:

    : كل قلب فيه شِرْكٌ فهو ساقط

    “Setiap hati yang di dalamnya terdapat kesyirikan, maka ia adalah hati yang hina.”

    Ia berkata:

    وما في الأرض أحد أجِدُ له محبةً ولكن رحمة

    “Tidak seorang pun di muka bumi, yang ia mencintai-Nya, melainkan ia mendapatkan rahmat-Nya.”

    Lalu ia berkata:

    : ينبغي للخوف أن يكون أغلبَ على الرجاء، فإذا غَلَب الرجاءُ على الخوف فَسَد القلبُ.

     “Rasa takut (al-khauf) itu haruslah lebih besar daripada harapan (ar-raja’). Sebab, apabila harapan (ar-raja’) lebih besar daripada rasa takut (al-khauf), maka rusaklah hati.”

    (‘Uyûn al-Akhbâr, Abdullah bin Muslim bin Qutaibah ad-Dainuri, wafat 276 H.)

    Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 18/12/2012.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Hati Yang Hina Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top