
Mantan Menteri Hukum Yusril Ihza Mahendra menilai sistem pemerintahan yang dibangun Presiden SBY justeru memberi ruang untuk melakukan praktek korupsi.
Oleh karena itu, mantan Menkum HAM era Kabinet Bersatu Jilid I tersebut mempertanyakan komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
Kata Yusril, fokus pemerintah masih pada upaya pemberantasan bukan pencegahan. Kondisi ini harus dihentikan agar praktik korupsi dapat diminimalisasi dengan melakukan pembenahan sistem pemerintahan.
"Semoga ini bukan pembiaran sistem yang sengaja dibuka agar praktik korupsi tetap ada," jelas Yusril, Senin (22/10).
Yusril pertanyakan peran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat berujar akan memimpin perang terhadap korupsi di awal pemerintahannya. Pertanyaan itu terlontar lantaran dia tidak melihat upaya yang jelas dari pemimpin negara itu. "Tidak ada tindak lanjut konkret dari janjinya itu," kritiknya pedas.*() itoday.co.id

0 komentar:
Posting Komentar