
Adanya fakta terkait nilai tukar rupiah itu, telah membuat Bank Indonesia (BI) mengeluarkan peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan di negeri ini. Meski BI telah memberi peringatan, diprediksi tren pelemahan rupiah masih terus berlanjut.
Menurut Salamuddin Daeng dari Institute of Global Justice pada Selasa (16/10/2012), aliran dana keluar dari Indonesia untuk pembayaran utang pada setiap triwulannya, lebih dari Rp 40 triliun. Dana sebesar itu dikeluarkan pemerintah untuk membayar bunga utang dan cicilan utang pokok.
Ironisnya, pada saat bersamaan, tidak ada aliran dana masuk baik dalam bentuk investasi maupun utang baru. Krisis yang melanda Uni Eropa dan Amerika Serikat, juga ikut menjadi pemicu melemahnya rupiah ini.
Salamuddin mengingatkan pula, bila ingin menjaga posisi tetap stabil, maka posisi utang pemerintah dan swasta harus diperbaiki. Disebutkan, posisi utang pemerintah lebih dari Rp 2000 triliun, baik dari dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, posisi utang luar negeri pihak swasta lebih dari Rp 1000 triliun. Bila posisi utang dan kecenderungan krisis ini tetap terjadi, maka akan semakin membahayakan ekonomi Indonesia dalam hari-hari ke depan.() itoday.co.id

0 komentar:
Posting Komentar