
Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) yang dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) hanya menjadi proyek untuk menghabiskan dana dan anggaran negara semata.
Pengakuan itu disampaikan alumni kamp militer Afghanistan Ustadz Abu Rusydan menyikapi sejumlah program deradikalisasi yang digelar BNPT. “Sejumlah proyek termasuk forum yang dibentuk BNPT dengan nama FKPT hanyalah sekedar untuk menghabiskan dana dan anggaran negara semata,” ungkap Abu Rusydan
Seperti dirilis voa-islam, Abu Rusydan mengaku sering diundang sebagai pembicara oleh BNPT di sejumlah tempat. Diskusi dan workshop deradikalisasi BNPT digelar di hotel-hotel mewah di sejumlah kota besar di Indonesia.
“Itu hanya proyek saja. Selama ini saya mengikuti acara-acara mereka, hal semacam itu merupakan acara untuk menghabiskan anggaran semata. Dan beberapa kali saya diundang oleh mereka untuk mengisi acara-acara seminar atau diskusi mereka, yang saya lihat seperti itu,” tegas Abu Rusydan.
Abu Rusydan mengaku, BNPT sering menggelembungkan biaya perjalanan pembicara seminar deradikalisasi hingga berkali-kali lipat. “Pernah saya diminta ngisi seminar oleh BNPT di Jakarta. Dari ongkos perjalan yang saya keluarkan, panitia menggelembungkan dana berkali-kali lipat. Ongkos taksi yang hanya Rp 50 ribu ditulis Rp 500 ribu,” ungkap Abu Rusydan.() itoday.co.id

0 komentar:
Posting Komentar