Pengakuan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar diibaratkan geledek di tengah hari bolong. "Saya amat terkejut," kata Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Tim Pengawas (Timwas) Kasus Bank Century Priyo Budi Santoso di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/8).
Priyo mengatakan, Timwas sendiri tak mau buru-buru merespon pengakuan Antasari yang disiarkan pada program Metro Realitas di Metro TV. Soalnya kasus Century sangat penting dan punya tingkat kepekaan cukup tinggi.
Ketua DPP Partai Golkar ini berharap kabar dari Antasari tak benar, meski rumor itu sudah berembus sejak lama. Meski demikian informasi itu patut didalami. "Kalau tidak benar harus ditutup buku," ujar Priyo.
Priyo belum bisa memastikan, apakah dalam waktu dekat ini bakal memanggil Antasari atau tidak. Yang jelas, menurut dia, pengakuan itu memang menggemparkan. "Pengakuan Antasari tetap kita dengar. Mudah-mudahan tidak (benar-Red)," Priyo berharap.
Antasari mengungkap fakta baru dugaan korupsi bailout Bank Century. Menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat untuk membahas skenario pencairan dana Rp6,7 triliun untuk Bank Century.
Antasari mengaku diundang Presiden ke Istana saat ia masih menjabat sebagai Ketua KPK, medio Oktober 2008. Hadir dalam pertemuan itu Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menko Polhukam Widodo AS, Menkeu Sri Mulyani, dan Mensesneg Hatta Rajasa. Termasuk pula Gubernur BI Boediono, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, dan Staf Khusus Presiden Denny Indrayana.
Presiden, menurut Antasari, memimpin langsung skenario bailout Bank Century. Menurut Antasari, selain Bank Century, ia juga sering dihubungi sejumlah pihak membahas penyelamatan bank sakit. Antasari yang kini mendekam di LP Tangerang mengatakan, jelang pemilu 2009 pemerintah rajin mencari bank sakit untuk secepatnya disuntikkan dana segar.
Dikonfirmasi setelah pengakuan Antasari, Hendarman mengaku, tak ingat pertemuan itu pernah ada atau tidak. Sebab itu dia tak mau memberi komentar panjang lebar.(Andhini) metrotvnews.com

0 komentar:
Posting Komentar