Pihak Istana Negara menganggap wajar tingginya anggaran dihabiskan untuk peringatan HUT ke 67 RI di Istana Kepresidenan. Sebab, biaya peringatan proklamasi di Istana jangan disandingkan dengan peringatan di kelurahan.
“Yang perlu disampaikan tolong melihat kegiatan yang dilakukan itu pantas atau tidak untuk HUT Proklamasi. Jangan dibandingkan dengan acara di kelurahan. Begitulah kira-kira. Jadi masalah ini akan dilihat secara jernih, bandingkan dengan kegiatan skala nasional dalam memperingati HUT proklamasi, dan bobotnya, apakah tidak pantas,” ujar Sekretaris Sekretariat Negara Lambock V Nahattands di Jakarta, Selasa (14/8).
Lambock mengatakan, total undangan yang akan hadir dalam peringatan HUT kemerdekaan 2012 di Istana Merdeka mencapai 8.000 orang. Undangan itu terdiri dari pejabat lembaga negara, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, duta besar dan perwakilan korps diplomat negara sahabat, pejabat militer, anggota DPR, dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
“Selain itu, keluarga mantan Presiden dan Wakil Presiden, lembaga pemerintah, eselon II dan eselon II, dan perwakilan TNI, perintis kemerdekaan, warakawuri, keluarga pahlawan nasional, dan para angkatan 1945, perwakilan ormas, orpol, pelajar, pramuka, pers dan media, yang jumlahnya mencapai 8 ribu orang,” papar Lambock.
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis biaya peringatan ke 67 Proklamasi akan menghabiskan anggaran dalam bentuk HPS (harga perkiraan sendiri) sebesar Rp7,8 miliar.
Dari anggaran sebesar itu, alokasi anggaran yang paling banyak adalah untuk pengadaan suvenir (Rp1,7 miliar), sewa pemakaian AC standing floor, misting fan, cooling fan, CCTV, dan camera shooting (Rp1,1 miliar).
Lalu, sewa pemasangan dan pembongkaran tenda, flooring, kursi dan meja dalam acara resepsi kenegaraan (Rp829 juta), pembuatan dekorasi rangkaian bunga berikut pembongkaran (Rp818 juta).
Selain itu, ada pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) pejabat teras, pejabat eselon III dan IV, dan pegawai/petugas perbantuan (Rp778 juta), sewa sound system (Rp629 juta). (Mad/OL-04) mediaindonesia.com
“Yang perlu disampaikan tolong melihat kegiatan yang dilakukan itu pantas atau tidak untuk HUT Proklamasi. Jangan dibandingkan dengan acara di kelurahan. Begitulah kira-kira. Jadi masalah ini akan dilihat secara jernih, bandingkan dengan kegiatan skala nasional dalam memperingati HUT proklamasi, dan bobotnya, apakah tidak pantas,” ujar Sekretaris Sekretariat Negara Lambock V Nahattands di Jakarta, Selasa (14/8).
Lambock mengatakan, total undangan yang akan hadir dalam peringatan HUT kemerdekaan 2012 di Istana Merdeka mencapai 8.000 orang. Undangan itu terdiri dari pejabat lembaga negara, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, duta besar dan perwakilan korps diplomat negara sahabat, pejabat militer, anggota DPR, dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
“Selain itu, keluarga mantan Presiden dan Wakil Presiden, lembaga pemerintah, eselon II dan eselon II, dan perwakilan TNI, perintis kemerdekaan, warakawuri, keluarga pahlawan nasional, dan para angkatan 1945, perwakilan ormas, orpol, pelajar, pramuka, pers dan media, yang jumlahnya mencapai 8 ribu orang,” papar Lambock.
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis biaya peringatan ke 67 Proklamasi akan menghabiskan anggaran dalam bentuk HPS (harga perkiraan sendiri) sebesar Rp7,8 miliar.
Dari anggaran sebesar itu, alokasi anggaran yang paling banyak adalah untuk pengadaan suvenir (Rp1,7 miliar), sewa pemakaian AC standing floor, misting fan, cooling fan, CCTV, dan camera shooting (Rp1,1 miliar).
Lalu, sewa pemasangan dan pembongkaran tenda, flooring, kursi dan meja dalam acara resepsi kenegaraan (Rp829 juta), pembuatan dekorasi rangkaian bunga berikut pembongkaran (Rp818 juta).
Selain itu, ada pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) pejabat teras, pejabat eselon III dan IV, dan pegawai/petugas perbantuan (Rp778 juta), sewa sound system (Rp629 juta). (Mad/OL-04) mediaindonesia.com

Reblogged this on pasifo98.
BalasHapus