Bahkan aksi besar-besaran dilakukan oleh warga Perancis dan para aktivis demokrasi sebagai wujud simpati dan mendukung Charlie Hebdo. Aksi tersebut dihadiri pula oleh beberapa para pemimpin negara-negara barat dan sekutunya. Mereka pun memberi dukungan agar Charlie Hebdo menerbitkan kembali karikaturnya dalam jumlah yang lebih besar lagi bahkan jutaan eksemplar.
Para pemimpin dunia mengecam keras penyerangan terhadap kantor majalah penghina Islam dan Nabi SAW tersebut. Mereka membela Charlie Hebdo atas kebebasan berpendapat yang diakui dan dlindungi oleh demokrasi.
Lalu mereka serempak mengatakan bahwa penyerangan terhadap penghina Islam dan Nabi SAW sebagai terorisme yang anti demokrasi. Para tokoh dan pemimpin barat dan sekutunya yang menganut demokrasi mengecam bentuk perlawanan terhadap kebebasan berpendapat dan berperilaku yang selama ini dijunjung tinggi oleh para penganut demokrasi.
Mereka para penganut demokrasi tidak peduli dan membebaskan bahkan memberi dukungan kepada para penghina Islam dan Nabi SAW. Hal ini dimaklumi karena demokrasi mengakui kebebasan ini.
Dalam demokrasi kebebasan harus diwujudkan bagi setiap individu rakyat. Ada 4 jenis kebebasan yang dianut: (1) kebebasan beragama (freedom of religion), (2) kebebasan berpendapat (freedom of speech), (3) kebebasan kepemilikan (freedom of ownership), dan (4) kebebasan berperilaku (personal freedom).
()



0 komentar:
Posting Komentar