Jakarta--Hari ini, Presiden Jokowi mengumumkan harga terbaru beberapa komoditi. Diantaranya harga BBM, gas dan semen.
Bertempat di kompleks Istana Negara, Presiden mengumumkan harga baru Premium Rp.6600/liter sedangkan solar Rp.6400/liter.
Saat ini harga premium Rp.7600/ liter adalah harga tanpa subsidi. Menurut pemerintah mulai awal januari yang lalu premium sudah tidak disubsidi.
Nampak seolah-olah bensin turun, namun jika dibandingkan dengan harga di masa pemeritahan SBY beberapa bulan yang lalu sebenarnya harga ini masih lebih mahal Rp.100,00. Pada masa akhir pemerintahan SBY premium berharga Rp.6500/liter.
Perlu
juga diingat oleh masyarakat bahwa alasan pemerintahan Presiden Jokowi
menurunkan harga BBM di bulan ini dikarenakan harga minyak dunia yang terus
turun hingga 50 persen dibanding masa pemerintahan SBY.
Dengan
demikian masyarakat harus siap harga premium dan solar akan kembali
naik jika harga minyak dunia merangkak naik. Jika harga minyak dunia
kembali menembus di atas USD 90/barel maka harga bisa saja menyentuh dua kali
lipat harga saat ini. Saat ini harga minyak dunia USD 47/barel dan
harga premium Rp.6600/liter sedangkan solar Rp.6400/liter.
Hal
ini dikarenakan liberalisasi yang diterapkan oleh rezim neoliberal
pemerintahan Presiden jokowi. Liberalisasi sektor migas ini menyebabkan
harga BBM disesuaikan harga pasar dunia.()


0 komentar:
Posting Komentar