Naikkan BBM, Jokowi Disebut Bohong Besar
JAKARTA - Presiden Joko
Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dituding melakukan pembohongan
besar untuk memuluskan kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM), yang rencananya dilakukan pada bulan ini.
Tudingan tersebut datang dari aktivis Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 45 (GNP 33). Gerakan ini menggelar demonstrasi siang ini, Senin (3/11) di depan Istana Negara dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap kenaikan harga BBM.
"Kalau alasannya subsidi BBM dicabut
untuk membenahi anggaran belanja negara dan negara alami defisit, itu
Jokowi bohong besar," teriak seorang orator wanita dari atas mobil bak
terbuka.
GNP 33 merujuk pada penghitungan pakar
ekonomi sekelas Rizal Ramli dan Ichsanuddin Noorsy. Kedua ekonomi senior
itu menegaskan jika harga BBM dinaikkan 1.000 rupiah per liter saja
maka inflasi akan naik 1,43 persen.
Selain itu, laju persentase kemiskinan
juga akan naik 0,41 persen. Artinya akan ada penambahan jumlah rakyat
miskin hingga 1,6 juta jiwa.
"Mana cita-cita Jokowi soal Trisakti?
Ternyata dia masih saja terlihat tunduk pada konsesi Washington atau
asing. Mana janji Jokowi soal bela rakyat kecil?" lanjut orator.
Dalam spanduk dan poster yang dibawa
massa, ada pula seruan agar Presiden Jokowi menghentikan liberalisasi
minyak dari hulu ke hilir yang menghilangkan pendapat negara.
Dalam pantauan RMOL di lapangan, aksi massa ini mendapatkan kawalan longgar pihak polisi.() jpnn.com/ syabab indonesia

0 komentar:
Posting Komentar