Purwakarta--HTI DPD 2 Purwakarta, pada Ahad (23/11/14) mengadakan aksi damai untuk menolak kebijakan zhalim pemerintah, menaikan harga BBM. Lebih dari 100 masa HTI Purwakarta bersama umat melakukan longmarch di jalur utama kota Purwakarta Gg. Kemuning menuju pusat belanja Pasar Jum’at, dan berkumpul di perempatan bank BTN, sembari mengagungkan kalimat tauhid yang tertulis di bendera Al Liwa dan Ar Royah, ‘Laa Ilaaha Illallaah Muhammad Ar Rosulullaah’ serta berbagai macam poster dan spanduk, diantaranya bertuliskan : “Kelola Migas dengan Syariah – Rakyat Sejahtera”, Naikkan BBM, Kebijakan Bohong, Zhalim & Khianat” dan “BBM Naik, Rakyat Sengsara, Asing Gembira,”. Acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB.
Sepanjang perjalanan aksi Longmarch, diisi dengan orasi-orasi politik yang disampaikan oleh para Pemuda, Siswa dan Mahasiswa yang tergabung dalam himpunan pemuda hizbut tahrir Indonesia. Para peserta aksi pun antusias dalam meneriakkan yel-yel seperti “Demokrasi Hancurkan, Khilafah Tegakkan” “Demokrasi..., demokrasi..., demokrasi pasti mati... – Khilafah..., Khilafah, Pasti tegak kembali.” Serta pekikkan takbir yang mengiringi semangat mereka.
Ketika sampai di tempat berkumpul, yakni di perempatan Bank BTN, para orator pun menyampaikan materi orasinya kepada masyarakat.
Sebuah Orasi Politik disampaikan oleh Yan S. Prasetiadi, seorang penulis buku "Studi Islam Paradigma Konfrehensif", di hadapan masyarakat dan para pengguna jalan. Beliau menyampaikan, "Kenaikan BBM yang menyengsarakan rakyat ini, menunjukan dua hal : 1) Kemalasan pemerintah dalam mengelola anggaran dan mencari solusi untuk tidak menyengsarakan rakyat; 2) Ketundukan pada tekanan Asing, dalam hal ini world bank, yang dibelakangnya negara kafir penjajah."
Selanjutnya, orasi penyadaran umat juga disampaikan oleh Sapan Ahmad, Alumni Mahasiswa UNPAD. Beliau menyatakan bahwa kebijakan rezim baru Jokowi Dodo dalam menaikkan harga BBM adalah kebijakan penuh kebohongan, berdampak kedzaliman dan merupakan sebuah pengkhianatan kepada umat. Selanjutnya beliau meneriakkannya dalam bentuk yel-yel, “Jokowi – Bohong, Jokowi – Dzalim, Jokowi – Khianat.” Diikuti oleh para peserta aksi dan terdengar keras oleh para pengguna jalan.
Kemudian sebuah orasi penyemangat disampaikan oleh Ovan Ghazali, seorang Trainer dan Motivator. Beliau menanggapi berita syahidnya seorang syabab senior HT Suriah:
‘’Kita mendengar kabar duka bahwa, syabab senior HT Suriah dibunuh oleh ISIS. Ketika mencoba menjelaskan tentang konsep khilafah ‘ala minhaj nubuwwah di hadapan para tokoh ISIS. Lalu, baru-baru ini para syabab HT Sudan ditangkap lalu disiksa dengan keji setelah melakukan kegiatan dakwah. Serta banyak lagi peristiwa keji seperti pembunuhan, penangkapan, penyiksaan, penjeblosan ke dalam penjara. Namun, segala upaya penghalangan dakwah tersebut tidak akan menyurutkan langkah para syabab HT untuk berdakwah.”
Pembacaan pernyataan sikap HTI “Tolak Kenaikan Harga BBM, Kebijakan Dzalim dan Khianat” yang dibacakan oleh Ustadz Subi di depan peserta aksi.
Diakhir acara, Aksi damai ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ust. Arif Nurdaiman. Di dalam doanya, ia memohon kepada Allah agar pertolongan-Nya segera turun untuk kaum Muslim, dengan tegaknya Khilafah ‘ala manhaj nubuwwah dan berakhirnya penderitaan umat Islam, yang kemudian diaminkan oleh seluruh peserta aksi damai.[]
Sumber:https://www.facebook.com/Dakwah.Urang.Purwakarta?fref=ts
() syabab indonesia

















0 komentar:
Posting Komentar