Mesir -- As Sisi, mantan Panglima Angkatan Bersenjata Mesir, menang dalam pemilihan
presiden di Mesir. Komisi Pemilihan mengumumkan, Selasa (03/06)
bahwa Sisi memperoleh 96,9% suara, sedangkan satu-satunya penantangnya
hanya mengantongi sekitar 3% suara.
Abd-al-Fattah Sa'id Husayn Khalil al-Sisi adalah nama lain Abdul al-Fattah al-Sisi.
Namun, kemenangan As Sisi ini dianggap tidak legitimate karena hanya diikuti kurang dari separuh warga Mesir yang memiliki hak suara.
Jumlah pemilih yang menggunakan suaranya dalam pemilihan presiden kali ini tercatat 47,5%.
Kemenangan ini sudah diprediksi jauh sebelum mantan kepala militer itu mengumumkan pencalonan dirinya.
Organisasi Ikhwanul Muslimin, yang kini dilarang di Mesir, menyerukan pemboikotan pemilihan presiden.
Jenderal Abdul Fattah al-Sisi dianggap sebagai sosok utama dalam menggulingkan presiden dari Ikhwanul Muslimin, Mohamed Morsi pada 2013, menyusul protes massal menentang Morsi. As Sisi bertanggungjawab atas pembunuhan dan penganiyaan terhadap para pendukung Mursi sejak kudeta yang dipimpinnya pada 2013.


0 komentar:
Posting Komentar