Pemerintah Tambah Utang Rp 76 T
JAKARTA - Kombinasi
menyusutnya potensi penerimaan dan membengkaknya belanja subsidi,
memaksa pemerintah untuk menambah utang untuk membiayai APBN.
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang
Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, dalam draft Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2014, pemerintah
menargetkan pembiayan sebesar Rp 251,7 triliun, lebih tinggi
dibandingkan target dalam APBN 2014 yang sebesar Rp 175,4 triliun. "Ada
kenaikan Rp 76 triliun," ujarnya kemarin (23/5).
Menurut Robert, dari jumlah tersebut, Rp
265,4 triliun akan diperoleh dari pembiayaan dalam negeri, naik dari
porsi dalam APBN 2014 yang sebesar Rp 196,3 triliun. Sementara itu,
porsi pembiayaan luar negeri neto yang sebelumnya minus Rp 20,9 triliun
akan mengecil menjadi Rp 13,7 triliun.
"Dengan jumlah tersebut, defisit APBN-P 2014 ditarget maksimal 2,5 persen (produk domestik bruto)," katanya.
Robert menyebut, kebijakan pembiayaan
dalam APBN-P 2014 diarahkan untuk mengendalikan rasio utang terhadap PDB
pada tingkat yang aman, mengoptimalkan kapasitas pendanaan dalam
negeri, mengarahkan pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif, dan
mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.
"Termasuk menggunakan SAL (sisa anggaran lebih) untuk pembiayaan anggaran dan fiscal buffer (bantalan fiskal)," ucapnya.
Sebagai bagian dari optimalisasi
pendanaan dalam negeri, lanjut Robert, pemerintah akan kembali melelang
obligasi atau Surat Utang Negara (SUN) pada 26 Mei 2014 mendatang.
Kali ini, pemerintah akan melelang SUN
dengan jumlah indikatif sebesar Rp8 triliun dengan nominal per unit
sebesar satu juta rupiah. Terdapat lima seri SUN yang akan dilelang
yaitu SPN12150305 (penjualan kembali), SPN12150501 (penjualan kembali),
FR0068 (penjualan kembali), FR0069 (penjualan kembali) dan FR0071
(penjualan kembali).
Sementara itu, pemerintah telah
menetapkan hasil lelang SUN pada 20 Mei lalu yang terdiri dari Surat
Berharga Syariah Negara (SBSN) seri SPN-S 07112014, PBS003, PBS005, dan
PBS006.
Dalam lelang yang dilakukan melalui
sistem pelelangan Bank Indonesia (BI) tersebut, total penawaran yang
masuk mencapai Rp 3,058 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah
melalui menteri keuangan menetapkan untuk memenangkan tawaran sebesar Rp
670 miliar. (owi/jpnn.com/ syabab indonesia)


0 komentar:
Posting Komentar