Temuan Terbaru, 1 dari 68 Anak Terkena Autisme
JUMLAH anak yang
mengalami autisme di dunia tidaklah sedikit. Baru-baru ini, sebuah
penelitian di Amerika Serikat menemukan autisme terjadi pada 1 dari 68
anak. Temuan itu menunjukkan autisme pada anak mengalami jumlah
peningkatan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data tahun 2010 yang
dikeluarkan US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terjadi
peningkatan 29 persen pada tingkat prevalensi autisme pada anak sejak
tahun 2008. Sedangkan jika dihitung sejak tahun 2006, peningkatan yang
terjadi sebesar 62 persen.
"Jumlah anak yang teridentifikasi
mengalami autisme berlanjut pertambahannya. Dan karakter dari mereka
(anak yang mengalami autisme) telah berubah seiring berjalannya waktu,"
kata Direktur CDC National Center, Coleen Boyle, seperti dilansir laman
ABC News, Rabu (9/4).
"Dengan terjadinya peningkatan ini,
dapat dilihat bahwa sangat diperlukan untuk mencari jawaban dan
menyediakan pertolongan untuk menolong mereka yang mengalami autisme,"
tambahnya lagi.
Autisme adalah sebuah spektrum dari
gangguan yang akan berdampak pada perilaku, komunikasi, dan interaksi
sosial. Gejala autisme ini biasanya muncul pada usia 2 tahun. CDC
membutuhkan waktu kurang lebih 8 tahun untuk melakukan penelitian pada
11 klinik nasional guna mendapatkan data teraktual.
"Ini (jumlah yang ditemukan dalam
penelitian) merupakan perkiraan terbaik yang kami temukan mengenai
autisme di Amerika Serikat," kata Boyle.
Namun, kelompok-kelompok advokasi
menyatakan bahwa 1 dari 68 anak yang mengalami autisme masih berada di
bawah perkiraan. Walaupun demikian, mereka berharap agar ada akses yang
lebih baik dalam melayani anak dengan autisme.
"Ketika jumlah meningkat, jumlah
pendanaan pun juga meningkat. Autisme akan membuat keluarga mengeluarkan
tenaga secara emosional dan finansial," kata Michael Rosen, juru bicara
Autism Speaks.
Dengan terjadinya peningkatan ini,
Autism Speaks menyarankan para orang tua untuk mencari pertolongan lebih
dini bagi anak yang mengalami austime. Satu cara yang dapat dilakukan
adalah melalui intervensi lebih dini. Walaupun demikian, Rosen sangat
menyayangkan berhentinya perawatan kepada anak dengan autisme ketika
mereka menginjak usia 18 tahun.
"Anda tidak akan meninggal hanya karena
autisme. Anda masih akan mempunyai hidup yang panjang. Tapi setiap
tahunnya, 50 ribu dari anak yang mengalami autisme yang telah berusia 18
tahun harus berhenti perawatannya. Padahal mereka sangat membutuhkan
tempat untuk tinggal dan pengobatan," pungkas Rosen.(fny/jpnn/ syabab indonesia)


0 komentar:
Posting Komentar